Djoko Waluyo 02/07/2015

POSKOTA.CO – Menjelang hari raya Idul Fitri, aneka kejahatan muncul dimana-mana. Tak hanya perampokan, peredaran uang palsu, perampasan motor dan peredaran narkoba meningkat. Mereka berdalih terdesak kebutuhan lebaran.
duit -uang
Banyaknya warga yang menginginkan uang baru untuk fitrah pada hari raya, dimanfaatkan oleh sindikat penukaran uang palsu baru dengan nominal Rp5 ribu hingga Rp50 ribu. “Warga harus waspada dan hati-hati,” ungkap Wakapolres Jakarta Selatan, AKBP Surawan, Rabu (1/7).

Surawan menyarankan, agar masyarakat menukarkan uang mereka ke Bank. Pasalnya, pihak Bank bisa bertanggung jawab jika terdapat uang receh palsu yang mereka berikan.

Untuk diketahui, peredaran uang palsu ini telah menyebar hingga perumahan elit di Pondok Indah, terdapat beberapa warga yang menjual pecahan uang Rp5 ribu hingga Rp50 ribu di pinggir jalan. Kebanyakan dari mereka yang menjual uang receh itu adalah perempuan untuk menarik perhatian warga agar dapat membeli uang tersebut.

Rampas Motor

ilustrasi
ilustrasi

DUREN SAWIT – Tak hanya pengedar uang palsu, perampas motor pun juga beraksi di Jalan Teluk Tomini, Duren Sawit Jaktim, (1/7). “Memang kalau bulan Ramadhan, aksi kejahatan meningkat dimana-mana,” ungkap Kapolsek Duren Sawit Kompol Johanes Kindangen.

Curanmor ini adalah pencurian motor biasa yang dilakukan pelaku dengan mengambil sepeda motor yang diparkirkan di halaman. “Kami masih lakukan pengembangan karena kejadiannya baru tadi malam. Belum ada detailnya (info),” ujar Kapolsek.

Narkoba Tukar Solar

ilustrasi
ilustrasi

CILINCING – Narkoba, kini merambah ke kalangan nelayan. Direktorat Polair Polda Metro Jaya mengungkap peredaran narkotika di kalangan nelayan di muara Sungai Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara.

Modus peradaran narkoba di kalangan nelayan, berbeda. Mereka transaksi dengan penukaran solar dengan narkoba. “Kami menangkap 5 nelayan,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya Kompol Edi Guritno, Kamis (2/7).
Di lokasi pertama, petugas menangkap 2 orang nelayan yang diinformasikan sering mengkonsumsi narkotika. Dari kedua nelayan ini, petugas mengamankan barang bukti sabu paket hemat plus alat hisap sabu (bong).

Kedua nelayan ini kemudian ‘bernyanyi’. Keduanya mengaku, bukan hanya mereka yang sering memakai sabu, tetapi ada teman-temannya yang lain.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*