taher 28/12/2015

rahmatPOSKOTA.CO – Terlepas dalih Kakorlantas Irjen Pol. Condro Kirono menepis kemacetan disebabkan karena volume yang tidak sebanding dengan infrastruktur jalan, pengamat kepolisian Rahmat Satria menyebut rakyat sudah pinter jangan dobodohi dengan teori volume kendaraan. “Daridulu volume kendaraan terus meningkat, jangan jadi alasan klasik, ” ungkapnya.

Rahmat berharap, Irjen Pol. Condro punya rasa malu ketika Dijen Perhubungan Darat Djoko Sasono mengumumkan pengunduran dirinya. “Soal lalulintas itu yang punya tanggung jawab pokok ya Dishub dan Polantas,” tandas Rahmat.

Pengunduran diri Dirjen Perhubungan Darat (Hutbat) Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Djoko Sasono masih menjadi perhatian publik. Pasalnya, jarang ada pejabat di Tanah Air ini mau mengakui kegagalannya dalam mengemban tugas, dan langsung mengundurkan diri dari jabattannya yang ’empuk’.

Kalau toh ada, masih dapat dihitung dengan jari, dan lebih banyak yang mempertahankan jabatan dengan alasan-alasan klise. Seperti halnya rekan kerja se-level Djoko, yakni Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Condro Kirono.

Pengamat politik dari LIPI Syarif Hidayat diminta komentarnya mengatakan, jangan hanya disalahkan Djoko Sasono, tapi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan aparat kepolisian pun harus disalahkan. Mereka juga punya tanggung jawab dalam mengatur lalu lintas di liburan Maulid Nabi, Natal hingga tahun baru 2016.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*