taher 05/11/2016

POSKOTA.CO – Ketua Komite Rakyat Nasional (Kornas) Jokowi Provinsi Lampung Novellia Yulistin Sanggem mengatakan, aksi 4 November yang dikomandoi oleh para ulama dan FPI seharusnya tidak sampai terjadi kericuhan.

“Ucapan Ahok tentang Surat Al-Maidah ayat 51 yang jadi bumerang bagi dirinya, karena dianggap bagi sebagian orang khususnya masyarakat muslim sebagai ucapan yang menistakan agama, meskipun mungkin tidak terbersit sama sekali untuk menistakan agama Islam,” kata Novel, di Jakarta, Jumat (4/11).

Sementara itu, aksi 4 November seharusnya menjadi aksi damai dan sejuk, karena aksi mengeluarkan pendapat ini dituntun oleh keyakinan agama. Tetapi dorongan yang kuat akibat keinginan untuk bertemu Presiden Jokowi tidak terwujud dan bertahan, akhirnya massa dibubarkan paksa.

“Ada yang harus disikapi dari aksi ini, aksi yang didasari oleh hakiki dari masyarakat tentang keyakinan mereka yang diusik, merasa kitab suci mereka diremehkan, ini sudah pasti banyak penumpang gelap yang ikut ambil bagian,” ujar Novel.

“Mereka penumpang gelap tidaklah sama niatnya untuk membela agama, akan tetapi lebih dari itu. Bagaimana menjadikan negara agar tidak kondusif yang pada akhirnya mampu ditumbangkan dengan mudah pemerintahan yang legitimit,” sambungnya.

Novel juga menuturkan, seharusnya ini tidak terjadi andaikan kasus ini cepat diselesaikan. Pemerintah segera mengambil tindakan proses hukum secepatnya tanpa dibuat berlama-lama. Sebelum Ahok diproses secara hukum, kejadian ini akan terus berlanjut dan semakin membesar.

“Presiden harus segera turun tangan mengambil sikap tegas agar permasalahan ini tidak berlarut-larut. Tentunya tidak kita inginkan sampai isu agama ini dijadikan alat bagi sebagian kelompok untuk alasan kudeta,” tandas Novel. (*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :