taher 02/08/2019

POSKOTA.CO – Ajakan demo menyoroti kinerja kepolisian khususnya bagian lalulintas yang akan digelar Jumat-2 Agustus di Mabes Polri gagal dilakukan. sebelumnya minggu lalu juga beredar ajakan sama dengan memilih tempat di Satpas SIM Jl. Daan Mogot Jakarta Barat.

Ajakan demo dengan mengatas namakan aktivis tersebut menyoroti kinerja kepolisian khususnya di wilayah penyangga Jakarta seperti Samsat kota Bekasi, Samsat kota Depok, dan Samsat kabupaten Bogor.

Koordinator lapangan dalam undangan ajakan demo tertulis Debri ketika dihubungi Kamis(1/8) lewat WA memastikan kalau pihaknya akan turun melakukan demo untuk perbaikan kinerja Polri.”Pasti turun kanda,” jawabnya.

Namun pada hari dan jam yang sudah ditentukan sejumlah wartawan yang sudah menunggu rombongan demo dengan janji akan mengerahkan mobil komando tak datang ke Mabes polri. Tapi anehnya pada hari itu Debi ketika dikonfirmasi lewat WA untuk menanyakan gagalnya demo tak mau menjawab, meski dalam WA sudah tertanda biru. Artinya korfirmasi sudah dibaca.

Minggu lalu, undangan serupa juga disebar ke HP wartawan Polda Metro Jaya. Pada undangan lalu mereka meminta Dirlantas Kombes Yusuf dan Kasi SIM kompol Fahri dicopot. Alasannya keduanya dinilai gagal memberantas Pungli dan Praktek Percaloan.

Kedua ajakan demo beruntun minggu lalu dan hari ini menuding korps lalu lintas melakukan tindakan tercela. Artinya aktivis yang mengajak demo sudah memvonis. Apakah kedua aktivis tersebut memiliki bukti? Perlunya Polri untuk melakukan klarifikasi kebenaran dan tudingannya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menegaskan akan menggerakan tim Saber Pungli di pusat maupun daerah di sektor pelayanan publik seperti sertifikat, SIM, buku, perizinan kapal, hak cipta dan paten.

Bahkan, Tito juga mengancam akan menindak Kapolda dan kepolisian yang tidak menjalankan operasi memberantas Pungli.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*