taher 18/06/2014

walhaPOSKOTA.CO – Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bangka Belitung Ratno Budi mencatat seluas 70 persen dari 18.725 km2 wilayah itu mengalami kerusakan akibat aktivitas penambangan biji timah yang tidak terkendali.

“Kami mencatat kerusakaan wilayah di provinsi Bangka Belitung, baik di darat dan perairan laut sudah mencapai 70 persen akibat penambangan biji timah yang tidak terkendali,” katanya di Sungailiat, Rabu.

Ia menilai para penambang sendiri seakan mengesampingkan kewajiban melakukan reklamasi atas wilayah penambangannya, dan begitu pula pihak pemerintah terkesan tidak melakukan tindakan tegas atas perusakan itu.

“Kegiatan ekplorasi biji timah di pulau Bangka, khususnya di wilayah daratan dilakukan sejak era kolonial atau ratusan tahun lalu hingga sekarang dikelola perusahaan pemerintah,” katanya.

Dia mengatakan ribuan hektare lahan bekas tambang nampak kritis tanpa ada perbaikan lahan untuk diaktifkan pengelolaan kembali, bahkan untuk di perairan lautpun kegiatan penambangan sudah masuk wilayah penangkapan ikan nelayan.

“Kondisi itu tentu sangat mengkhawatirkan jika pemerintah tindak segera mengambil tindakan nyata melakukan penyelamatan lingkungan dengan berbagai kebijakan kongrit,” ujarnya.

Kalaupun ada pihak mintra tambang yang berinisiatif mereklamasi bekas tambang, kata dia, jumlahnyapun sekitar 10 persen hingga 15 persen, artinya masih terhampar luas lahan bekas tambang yang dibiarkan begitu saja.

“Pemerintah daerah harus mengenjar mereka yang melakukan kegiatan penambangan namun tidak peduli lahan yang sudah dirusaknya, karena dampak berikutnya terancam dengan persoalan bencana baik banjir maupun bencana lainnya,” jelasnya.

Ancaman besar atas kerusakan lingkungan, kata dia, dapat terjadi ancaman kekurangan pangan mengingat lahan menjadi kritis tidak dilakukan perbaikan kembali.

“Pembahasan kerusakan lingkungan pascatambang harus diutamakan demi keberlangsungan masyarakat ke depan agar lebih baik dan maju untuk bersaing dengan daerah lain,” katanya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*