Djoko Waluyo 25/06/2015

pelajarPOSKOTA.CO – Sebanyak 7 remaja yang terlibat tawuran di Tambora, Jakarta Barat, menyebabkan dua orang tewas dijebloskan ke tahanan. Langkah itu diambil agar untuk memberikan efek jera terhadap pelaku.

Selain menahan remaja brutal itu, polisi juga mengajukan ke Dinas Pendidikan Jakarta untuk mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) para pelaku.
Kapolsek Tambora, Kompol Wirdhanto Hadicaksono berharap para orang tua berperan penting untuk menjaga anak-anaknya. “Sudah nggak jaman pelajar tawuran. Para orang tua semestinya lebih mementingkan pendidikan anak-anaknya,” tutup Kapolsek.

Dilain pihak, Kadis Pendidikan DKI Jakarta Arie Budiman menuturkan pihaknya sudah menerima surat pengajuan tersebut. Rencananya hari ini akan dicek apakah para pelaku penerima KJP.

“Sudah diterima, akan kami cek apakah tersangka benar penerima KJP. Apabila yang bersangkutan penerima KJP maka langsung akan dihentikan,” tegas Arie.
Seperti diketahui, empat dari tujuh pelaku tawuran di Tambora tercatat sebagai pelajar, antara lain MN, pelajar SMP, DI pelajar SMK, dan PYA serta PYI pelajar SMA. Akibat dari perilaku mereka pada Minggu (31/5/2015) lalu, dua orang remaja meninggal dunia dalam tawuran.

adil jaguar

 

Tim Jaguar Tangkap Penikam Sopir Taksi

Di DEPOK – Tim Jaguar andalan Polres Depok dikerahkan untuk menangkap berbagai aksi kejahatan. Malam tadi, Rabu(24/6) Tim Jaguar berhasil menangkap dua pemuda dari etnis tertentu yakni YS,21, dan RP,22, di wilayah Cimanggis, Depok, karena menganiaya sopir taksi.

Berdua ditangkap setelah menganiaya M Ilham,21, seorang sopir taksi asal Brebes. Aksi heroik itu dilakukan Tim Jaguar dengan berkonvoi mengejar pelaku dengan sepeda motor dan mobil khusus Tim Jaguar.

Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Ipda Winam Agus mengatakan pengejaran ini berbekal informasi yang diperoleh dari tim Bikers klub motor bahwa ada kejahatan di wilayah Mekarjaya. Saat itu masyarakat sudah berupaya mengejar namun tidak berani menangkap kedua pelaku.

“Pelaku lari ke arah Cibubur kita kejar. Sudah banyak ramai masyarakat di sana tapi tak berani karena kan berbahaya untuk menghentikannya,” tegas Ipda Winam di Depok, Rabu (24/6/2015).Motif, pelaku naik taksi tak punya ongkos. Ditagih, justru menikam korban yang kini terbaring dirawat di RS Sentra Medika.

 

duit -uangMahasiswa Cetak Uang Palsu

Di BEKASI – Mencetak dan mengedarkan uang palsu, dua pengangguran lulusan sarjana Informasi Teknologi ditangkap polisi. Kedua pemuda tersebut Hengky dan Herman, ditangkap setelah dijebak polisi di ruko Sentra Niaga Kalimalang, Jalan Raya Ahmad Yani, Kayuringin, Bekasi Selatan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bekasi Komisaris Ujang Rohanda di Mapolresta Bekasi Kota, Rabu (24/6/) mengatakan, polisi langsung menangkap kedua orang tersebut ketika sedang melakukan transaksi. Dari tangan Hengky dan Herman, polisi mengambil barang bukti berupa uang palsu sebesar Rp 300 juta dengan pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.

Kompol Ujang mengatakan, rencananya, uang sebanyak itu akan ditukar dengan uang asli sebesar Rp 16 juta. Setelah itu, kata Kompol Ujang, polisi langsung menggiring mereka ke rumah kontrakan mereka masing-masing yang terletak di Rawalumbu dan Bekasi Timur.

Dari kedua rumah tersebut, polisi kembali menemukan uang palsu Rp 50 juta. Sehingga, jika dijumlahkan, uang palsu yang disita berjumlah Rp 350 juta.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*