Djoko Waluyo 21/08/2015
ILUSTRASI
ILUSTRASI

POSKOTA.CO – Tiga wartawan pemeras, satu diantaranya mengaku sebagai intel diringkus petugas Kepolisian Polresta Bekasi Kabupaten. Komplotan ini hendak memeras korban bernama Oklivan,47, yang baru keluar dari hotel, kemudian dibuntuti.

Ketiga wartawan indip-indip tersebut:

o. FE,56, ngaku sebagai intel
o. SS,37,
o. ES,42,

Keterangan korban yang mengendarai mobil, dirinya saat itu ingin pulang dari tempat penginapan, merasa dibuntuti oleh para pelaku. Karena takut menjadi korban kejahatan, korban berinisitatif masuk ke dalam Polresta Bekasi untuk mencari perlindungan.

Terkait pemeriksaan pelaku, diketahui jika FE yang mengaku sebagai intelejen instansi kenegaraan itu ternyata tidak benar alias palsu, dan berdasarkan penyidikan sementara, pelaku memang berniat untuk melakukan pemerasan terhadap korban.

Modus mereka dengan cara menunggu calon korbannya keluar dari penginapan. Apabila korbannya keluar bersama seorang wanita, mereka akan membuntutinya.

Saat di tengah jalan, mereka menghadang laju kendaraan korban dan meminta sejumlah uang agar perbuatan korban dengan teman wanitanya tidak diketahui atau dipublikasikan. Itulah ancaman yang dilakukan para bromocorah tersebut.

Korban dari wartawan indip-indip ini, tak sedikit. Bahkan, konon kabarnya seorang Perwira Polda Metro Jaya juga pernah jadi korban pemerasan oleh bajingan yang mengaku wartawan ini. “Saya juga denger ada perwira di gedung biru pernah jadi korban,” kata sejumlah wartawan yang biasa di balai.

Mereka dijerat dengan Pasal 352 tentang Penganiayaan Ringan, karena diantara pelaku sempat memukul korban. Guna penyidikan lebih lanjut, kata Kombes Pol Rickynaldo, korban akan dibawa ke rumah sakit untuk divisum. “Untuk kasus pemerasan masih didalami,” tandasnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*