by

Tony Mulia: Jokowi Tetap Konsisten, Tak Terpengaruh Hal Negatif

-Nasional-1,374 views
Read Time:3 Minute, 55 Second

POSKOTA.CO – Perjalanan pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin awal kedua tahun penuh dengan segala persoalan-persoalan. Mulai masalah intoleransi beragama, isu SARA menjadi polemik di mana-mana di Tanah Air.

Indonesia merupakan negara yang sangat menjunjung tinggi toleransi karena berideologi Pancasila. Sementara itu UUD 1945 juga menjamin setiap warga negara untuk memeluk agamanya masing-masing.

Ditambah lagi pemerintah saat ini dipusingkan berbagai persoalan yang sulit terurai mulai dari virus Corona, PT Jiwasraya, Asabri, banjir Jakarta, hingga sampai Omnibus Law. Sederetan persoalan tersebut menjadi pekerjaan berat pemerintah ke depan.

Menyikapi hal ini, menurut pandangan PS Tony Mulia MA menjelaskan, untuk pemerintahan yang ada saat ini dari Jaringan Doa Nasional (JDN), sejak 2012 selalu berdoa untuk bangsa, JDN meyakini bahwa tahun 2014 itu satu momentum, bahkan JDN buat jaringan doa 1414 supaya ada Tuhan berikan pemimpin yang dari Tuhan yang bisa membwa bangsa ini damai sejahtera.

Terpilihnya presiden dan wakil presiden dari kalangan bawah bisa diangkat menjadi presiden, menurut Tony, meyakini itu adalah dari Tuhan. Karena nggak mungkinlah yang sederhana bisa terangkat seperti itu.

“Karena saya tau itu dari Tuhan, dari sudut pandang saya, percaya Tuhan itu menyertai Presiden kita untuk bekerja. Walau siapa pun terpilih menjadi presiden, kita percaya itu tetap pilihan Tuhan. Kita juga bisa melihat bahwa masalah mungkin ada, bukan nggak ada, tapi bisa teratasi satu demi satu. Sampai hari ini bukan nggak ada masalah, tetap ada masalah. Mungkin masalahnya lebih besar lagi,” kata Tony.

Tapi saya melihat, lanjutnya, saya yakin bahwa karena iman kita tetap menyertai pemimpin bangsa kita, dan doa kita itu berjalan turut kehendak Tuhan. Saya bukan orang politis, tapi saya yakin bahwa di tengah tengah gejolak di Bangsa ini, karena Presiden Jokowi bisa mengatasi semuanya.

“Kalau bukan oleh Tuhan, itu tidak mudah. Mungkin Indonesia sudah hancur. Banyaknya benturan-benturan di sana-sini. Nggak karuan, tapi sampai saat ini, semua berjalan dengan baik, tidak ada masalah. Itu semua karena pekerjaan Tuhan, itu dari sudut pandang saya bicara,” tutur Tony saat ditemui POSKOTA.co di Gereja Kristen Bersinar EL Bethel Kelapa Gading Jakarta Utara, Jumat (6/03/2020).

Bicara masalah toleransi beragama, menurut pandangan Tony, itu suatu proses Jokowi kan bukannya Tuhan. Artinya, sepanjang hari ini masih bisa berjalan dan mungkin masih ada kendala-kendala persoalan.

“Intinya, siapa pun presiden dan gubernurnya masalah penutupan gereja di mana-mana, itu kita percaya Tuhan bekerja di sana,” katanya.
Untuk ke depannya, kata dia, dengan adanya hal yang buruk harus diperbaiki. Semua bekerja, baik dari partai bekerja, dari semua orang-orang pemerintah juga bekerja untuk mengatasi persoalan penutupan gereja tadi.

Sedangkan untuk pimpinan gereja sendiri dalam hal ini, menurut Tony, pimpinan gereja juga tidak diam juga. Bersatu. Untuk kebaikan bersamanya mulai 1 Maret, satu bulan ini untuk puasa untuk bangsa.

“Maksudnya, untuk keamanan dan dijauhkan dari bencana kita harus berdoa bersama untuk kebaikan bangsa ini. Bangsa ini dipimpin oleh Tuhan,” ujarnya.

Menyikapi persoalan wabah virus Corona yang menimpa semua negara-negara, Tony berpendapat, ini semua peringatan buat semua bangsa. Supaya ingat akan janji Tuhan supaya bertobat, mawas diri. Bertobat artinya ingat Tuhan itu ada, kita harus lakukan yang benar menutut kehendaknya, jadi jangan salah lagi.

“Jadi harus dibenarkan semua dalam hidup ini. Metanoia itu artinya kita kembali lurus ke jalan Tuhan, dan melakukan yang baik dalam hidup ini,” kata Gembala Sidang Gereja Kristen Bersinar El Bethel.

Tony Mulia berpandangangan, bagi orang-orang yang percaya, mau orang yang belum percaya, bertobat. “Kita orang yang dan belum percaya, agar bangsa ini terlepas dari cobaan-cobaan dari Tuhan. Dan cari Tuhan untuk itu, karena hanya dia yang bisa melindungi kita umatnya,” imbuhnya.

Karena, menurutnya, mungkin ada bencana-bencana yang lebih besar lagi yang dihadapi di dunia ini, maka dari itu harus bertobat semakin dekat dengan Tuhan dalam hidup ini. Semua peringatan-peringatan yang diberikan Tuhan kepada umatnya. Menjelang ke datangan Tuhan. Ini waktunya untuk kita bertobat.

Tony Mulia berharap, Jokowi terus konsisten dengan apa dia yang jalankan, dan tidak terpengaruh oleh hal-hal yang negatif “yang menyimpang dari sekarang yang sudah dilakukan”.

Jokowi sampai saat ini cukup adil, kalaupun masih ada kekurangan, dia juga manusia biasa, tapi dia punya hati merah putih menurut saya, itu tetap dipertahankan. Semua umat harus bertobat. Bertobat menurut ajaran masing-masing, dan kepercayaan masing-masing, serta mencari Dia, karena hanya Dia yang bisa memberikan perlindungan.

“Karena ke depannya masih ada masalah-masalah yang tidak bisa ditangani oleh tangan manusia. Sekalipun kita kaya, hebat tidak bisa melindungi kita. Kecuali Tuhan,” pintanya.

Di akhir perbincangan, Tony Mulia meminta bahwa negara Indonesia Berketuhanan Yang Maha Esa, yakin Tuhan itu ada dalam segala perkara buat semua diberkati. Dan percaya Tuhan. “Mungkin kita sedang dirundung masalah, kita tetap percaya bahwa Tuhan ada. Dan Tuhan ada di Indonesia,” pungkas Tony Mulia. (lian tambun)

 

2 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini