oleh

Takbir Berkumandang dari Menara Masjid Sambut Idul Adha di Tanah Air

POSKOTA.CO – Gema takbir berkumandang di santero Nusantara menyambut Idul Adha 1441 H yang jatuh pada 10 Zulhijjah 1441 H/31 Juli 2020. Kalimat toyyibah saling bersahut-sahutan dari menara masjid, dari kampung yang satu ke kampung yang lain, dari perumahan ke perumahan. Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar Walilhamd.

Umat Islam dunia, khususnya Indonesia menyambut Idul Adha dalam suasana pandemi Corona, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, pelaksanaan ibadah haji, sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban tetap dilaksanakan, meski dalam jumah terbatas dan menerapkan peraturan protokol kesehatan.

Di Masjid Raudhatul Jannah RW 03 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, gema takbir berkumandang dari menara masjid usai Shalat Isya. Demikian juga dari masjid yang berada di berbagai daerah lain di tanah air.

Lafazd takbir sayup-sayup terdengar seakan tiada henti sejak ashar hingga tengah malam ini.

10 BAHASA

Sementara itu, pada tahun ini khutbah Arafah diterjemahkan ke dalam 10 bahasa, yakni Inggris, Melayu, urdu, Persia, Prancis, China, Turki, Rusia, Hausa, dan Bengali. Hal itu sebagai upaya menyampaikan pesan Islam kepada khalayak seluas mungkin.

Khotbah Arafah juga dapat didengarkan melalui aplikasi khutbah Arafat dan juga pada platform Manarat Al-Haramain.

Jemaah haji yang diizinkan beribadah tahun ini hanya mereka yang berusia di bawah 65 tahun dan tidak mempunyai penyakit bawaan. Seluruh jamaah yang telah memenuhi syarat melakukan karantina mandiri sepekan sebelum memulai proses ibadah haji.

Mereka melakukan pemeriksaan corona sesaat sebelum memasuki kota suci Makkah. Seluruh jamaah haji juga menerapkan jaga jarak selama melaksanakan kegiatan.

Setelah proses ibadah haji selesai, para jamaah diwajibkan melakukan karantina mandiri lagi.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi telah menetapkan protokol di seluruh lokasi pelaksanaan ibadah haji, termasuk melarang jemaah menyentuh Ka’bah dan Hajar Aswad.

Baik jamaah maupun pemandu semuanya harus diperiksa suhu tubuh di setiap lokasi pelaksanaan haji. Masker dan perlengkapan pelindung wajah harus selalu dipakai. (*/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *