by

Sudah Saatnya Kapolri Keluarkan Perintah Tembak di Tempat Harun Masiku

-Nasional-33 views
Read Time:1 Minute, 47 Second

POSKOTA.CO – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Idham Azis sudah saatnya mengeluarkan perintah tembak di tempat terhadap buronan KPK, Harun Masiku. Sehingga semua anggota Polri bisa dengan serius menangkap politisi Partai Demokrat yang lompat ke PDI Perjuangan itu dalam keadaan hidup ataupun mati.

“Kami menilai sikap tegas perlu dilakukan Polri setelah Kapolri menyatakan sudah menyebar DPO terhadap Harun Masiku ke-34 polda dan 504 polres di seluruh Indonesia,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangan tertulis yang diterima POSKOTA.co, di Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Neta mengatakan, meskipun sudah menyebarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) ke semua penjuru Tanah Air, tapi anggota Polri tak kunjung bisa menangkap Harun.

Karena itu, ujanya, Polri harus bisa bersikap lebih tegas lagi, yakni memerintahkan kepada seluruh anggotanya untuk melakukan tembak di tempat, hidup atau mati, agar Harun keluar dari persembunyiannya.

“Adanya perintah tembak di tempat ini, Harun pasti berpikir dua kali untuk tetap bersembunyi,” tandas Neta Pane.

Bagaimanapun, katanya, berbagai manuver politik yang dilakukan Harun selama ini, yakni pindah partai, berusaha masuk ke DPR hingga bersembunyi dari kejaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak lain untuk mempertahankan hidup dan melanggengkan eksestensi maupun karier politiknya.

Harun diduga saksi kunci dalam kasus pemberian suap terhadap anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU yang) terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Sejak OTT terjadi pada 8 Januari 2020 lalu terhadap Komisioner KPU, Harun tenggelam bak ditelan bumi. Karena itu, IPW mendesak Polri agar bekerja cepat membantu KPK untuk segera menangkap Harun.

“Sudah sebulan Harun belum tertangkap, dan masih bebas berkeliaran di luar. Akibatnya, proses pengungkapan kasus suap yang diduga melibatkan komisioner KPU itu menjadi terhambat gegara saksi kuncinya belum juga tertangkap,” ucapnya.

Neta juga mengingatkan Polri, karena Harun saksi kunci, bukan mustahil ada pihak pihak yang berusaha menghabisi nyawanya agar kasus suap di KPU tidak terungkap dengan terang benderang.

“Untuk itu, Polri perlu melindungi Harun. Salah satunya perintah tembak di tempat agar Harun mau segera menyerahkan diri atau keluar dari tempat persembunyiannya,” jelasnya.

Menurut Neta, setelah diamankan kemudian diserahkan ke KPK agar kasusnya terselesaikan dengan tuntas dan nyawa Harun terselamatkan dari pihak pihak yang hendak menghabisinya. (*/rel)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini