harmono 03/11/2017

POSKKOTA.CO – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri melakukan terobosan, dengan menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Online.

Menurut Direktur Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martadian SIK, SH, MH, terobosan ini menggunakan teknologi kreatif berupa aplikasi online penyidik.

Kombes Pol Lutfi Martadian SIK, SH, MH

“SPDP Online sebagai sarana komunikasi antarpenuntut umum untuk menginformasikan dimulainya suatu penyidikan, sehingga proses penyidikan tersebut berada dalam pengendalian jaksa penuntut umum dan pemantauan pelapor serta terlapor,” jelas Kombes Pol Lutfi Martadian di ruang kerjanya, Kamis (2/11).

Alur kerja sistemnya, pengiriman SPDP melampirkan: Laporan Polisi, Surat Perintah Tugas, Surat Perintah Penyidikan, Surat Perintah Penangkapan, Berita Acara Penangkapan, Surat Perintah Penahanan, Berita Acara Penahanan. Kemudian komputer memberikan jawaban apakah SPDP beserta lampirannya sudah lengkap melalui kolom jawaban yang tersedia di dalam aplikasi SPDP Online Polda Kepri.

Selain itu, tambahnya, ada juga Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Online.

“Aplikasi ini untuk tindak lanjut dari penjabaran rencana aksi program Kapolri dalam transparansi proses penyidikan dan pelayanan publik dan untuk mempermudah masyarakat yang berkepentingan dalam memperoleh informasi tentang perekembangan proses penyidikan sesuai dengan nomor Laporan Polisi (LP) yang ada pada pelapor/pengadu yang ditangani oleh penyidik Polda Kepri dengan mengakses halaman website www.poldakepri.net,” jelas Dirreskrimun Polda Kepri.

Adapun mekanisme SP2HP Online di antaranya, pelapor membuat laporan di SPKT Polda Kepri, personel SPKT Polda Kepri menerima laporan dari masyarakat, penyidikan melakukan BA interogasi dan membuat akun ID dan password SP2HP untuk pelapor.

Lebih lanjut Lutfi mengatakan, masyarakat dapat melihat perkembangan hasil penyidikan (SP2HP-red) dengan mengakses website www.poldakepri.net.

Bila ada komplain sudah tersedia mekanisme publik komplain online yakni, Bagian Pengawasan Penyidikan (Bagwassidik) Polda Kepri menerima laporan dari masyarakat melalui aplikasi ‘Public Complain Online’. Bagwassidik memberitahukan kepada penyidik adanya pengaduan masyarakat (dumas) yang diterima melalui ‘Public Complain Online’, dan masyarakat melaporkan komplain terhadap penanganan perkara yang dilaporkannya di halaman website www.poldakepri.net.

Ditambahkan Lutfi. pada 10 Agustus 2017, Ditreskrimum Polda Kepri dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri melaksanakan serah terima satu buah telepon seluler Samsung android yang berisi aplikasi ‘CeK Dare’ sebagai bentuk kerja sama yang telah ditindaklanjuti atas penanganan kasus.

Aplikasi ‘CeK Dare’ merupakan proyek perubahan kerja sama antara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Riau dengan Ditreskrimum Polda Kepri.

“Aplikasi ‘CeK Dare’ berbasis android yang mengedepankan kearifan lokal (Melayu), di mana ‘CeK’ bermakna Cegah Kekerasan, dan ‘Dare’ adalah istilah/sebutan untuk perempuan,” tutur Lutfi.

Ditegaskan Lutfi, tujuan dibangunnya aplikasi ‘CeK Dare’ ini adalah memberikan kemudahan kepada korban dan masyarakat dalam meyampaikan pengaduan tentang kasus kekerasan yang dialami korban atau masyarakat.

Penanganan kasus yang sudah P.21 adalah kasus penculikan terhadap warga negara Malaysia, LPA/45/III/2017/S PKT-KEPRI, TGL 19 MARET 2017 TP KEJAHATAN TERHADAP KEMERDEKAAN SESEORANG (Ruli Marina, Kav Plus Kolam 3, Kec Batu Aji Kota Batam). Modus operandinya pada Minggu, 19 Maret 2017 sekitar pukul 05.00 WIB, telah diungkap tindak pidana kejahatan terhadap kemerdekaan seseorang, di mana tersangka menculik istri pengusaha dari Malaysia dengan maksud untuk meminta uang tebusan. (mz)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :