taher 11/09/2019

POSKOTA.CO – Pemberdayaan Ekonomi Ummat Harus Terukur. Demikian arahan Ketua Umum Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa yang juga Gubernur Jawa Timur kepada segenap pengurus Induk Koperasi An Nisa usai Rapat Anggota Tahunan Tutup Buku 2018 di Jakarta.

Hal itu diungkapkan Umi Zahrok MSi, mewakili Pimpinan Pusat Muslimat NU pada acara pembukaan Pelatihan Wirausaha dan sosialisasi program ‘Arisan Mapan’ kerjasama PP muslimat NU dengan Gojek di Banyuwangi ( 11 /09/19 )

Derasnya arus globalisasi yang ditandai adanya teknologi informasi maupun teknologi komunikasi meniscayakan semua elemen bangsa termasuk organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan harus jemput bola dalam memaksimalkan usaha – usaha pelayanan ummat.

Kegiatan Pelatihan Wirausaha ini dihadiri Ibu Emma Thamrin pengurus bidang ekonomi PP Muslimat NU dan Bapak Alfianto Domi Aji Kepala Regional Corporate Afairs Gojek Indonesia.

Ditambahkan Umi, kondisi obyektif tingkat kemiskinan secara nasional masih mencapai 25,95 juta jiwa (9,82%), secara regional di Jawa Timur penduduk miskin masih bertengger pada 4.292.15 ribu jiwa (10 85%), sedang di Kabupaten Banyuwangi meski sudah kita kenal sangat maju dari pengembangan daerah berbasis IT namun masih sedikit terdapat kelompok rentan secara ekonomi kurang lebih 138.54 (8.64%) dari jumlah penduduk 1.735 845 jiwa.

Realitas tersebut menjadi concern Ketua Umum PP Muslimat NU Ibu Khofifah Indar Parawansa serta meminta dengan sangat semua pelayanan keummatan baik bidang pendidikan, kesehatan terutama layanan ekonomi bisa terukur. Karena sumberdaya alam Indonesia melimpah maka berkreasilah One Product One Village, One Pesantren One Product (OPOP).

Kenapa Pesantren ? Karena peran kaum santri dan Pesantren yang menjadi tonggak sejarah penggerak Nahdlatut Tujar (kebangkitan ekonomi/ perdagangan) yang kala itu sebagai sikap politik melawan kolonialisme dan kini relevansinya spirit nahdlatut tujjar adalah untuk pemberdayaan ummat.

Kegiatan Pelatihan Wirausaha ini diharapkan mampu membangkitkan pelaku usaha baru (starup) dengan cataan bisa dipraktekkan dan berkelanjutan. Hal ini tentu perlu pendampingan pula dari Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Banyuwangi yang sekarang diketuai oleh Hj. Ma’mulah Harun.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*