oleh

Solusi Membebaskan Anak Bangsa dari Cengkeraman Darurat Narkoba

-Nasional-106 views

POSKOTA.CO – Menyambut HUT Ke-75 Kemerdekaan Indonesia tahun 2020 ini, Badan Kerja Sama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) mneggelar webinar nasional dengan mengangkat tema “Membebaskan Anak Bangsa dari Cengkeraman Darurat Narkoba”, Kamis (13/8/2020).

Hadir dalam acara webinar nasional BERSAMA ini para narasumber di antaranya, Deputi Rehabilitasi BNN RI Dra Yunis Farida Oktoris Triana MSi, Koordinator Staf Ahli BNN RI Komjen Pol (Purn) Drs Ahwil Lutan SH, MM, MBA, dan Ketua Umum BERSAMA Mayjen Pol (Purn) Drs Putera Astaman, serta generasi muda BERSAMA dr Kenansa Anjani Natasha Sylva.

Dalam penjelasannya, Ketua Umum BERSAMA Mayjen Pol (P) Drs Putera Astaman mengatakan, webinar nasional ini dimaksudkan sebagai turut berpartisipasi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga diharapkan bernuansa perjuangan. Topik berjudul “Membebaskan Anak Bangsa dari Cengkeraman Darurat Narkoba” dipilih untuk mengingat perjuangan anak bangsa berupaya untuk membebaskan diri dari bahaya laten narkoba selama puluhan tahun, sementara angkanya justru terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2016, Bapak Presiden Joko Widodo menyatakan, bahwa Indonesia sudah dalam kondisi ‘darurat narkoba’ dan beliau mengumandangkan Indonesia perang melawan narkoba,” katanya dalam keterangan persnya. Kamis (13/8/2020).

Putera mengatakan, situasi darurat narkoba ini dibuktikan bahwa narkoba telah merasuk di semua lini, generasi muda bangsa ini, mulai dari kalangan mahasiswa, pelajar tingkat SLTA, SMP dan SD, bahkan sampai ke tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pun terimbas.

Dijelaskan Putera, narkoba tidak hanya beredar di kota-kota besar, akan tetapi sudah merasuk sampai ke pelosok desa, sehingga tidak ada satu desa pun yang masih steril dari narkoba.

“Bapak Presiden Joko Widodo menyebutkan, bahwa anak bangsa yang terjebak sebagai pecandu narkoba berjumlah 5,1 juta orang, dan angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba, sesuai laporan Kepala BNN RI kepada Bapak Presiden, setiap harinya ada 40-50 orang generasi muda kita mati sia-sia karena narkoba,” urainya.

Diterangkan Putera Astaman, dalam rilis Komisioner Bidang Kesehatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 6 Maret 2018 menyatakan, dari total 87 juta anak, maksimum 18 tahun, ada 5,9 juta yang tercatat sebagai pecandu (6,78 persen), dan dinyatakan pula tren ini akan terus mengalami peningakatan, baik modus maupun pola penyebarannya. Sedangkan dalam rilis Kepala BNN RI Februari 2018 menyebutkan, pengguna narkoba di Indonesia mencapai 6,4 juta orang dan kebutuhan narkoba per minggu bagi penggunanya mencapai 6 ton.

“Menghadapi kejahatan luar biasa ini, Bapak Presiden selain menegaskan perang melawan narkoba, juga mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa agar bersinergi antara pesantren, universitas, kementerian, lembaga, kabupaten/kota, propinsi semuanya,” katanya.

Lebih lanjut Putera Astaman mengatakan, tantangan dan bahaya narkoba ini belum menurun secara signifikan seperti yang diharapkan oleh semuanya. Masih diperlukan strategi dengan sinergit implementasi yang lebih terpadu antara pemerintah (GO) dan masyarakat (NGO). Di sisi lain pemerintah telah mengeluarkan kebijakan operasional dalam bentuk Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN yang perlu dipedomani dan diimplementasikan oleh seluruh komponen bangsa.

“Untuk itulah webinar ini kita selenggarakan agar dapat kita inventarisasi dan diskusikan pemikiran-pemikiran tentang solusi membebaskan anak bangsa dari cengkeraman darurat narkoba,” pungkasnya. (lian tambun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *