oleh

Rizma Simbolon: Pemerintah Sudah Cukup Tegas dalam Memberantas Narkoba

POSKOTA.CO – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2020 (HANI 2020) menjadi keprihatinan masyarakat Dunia dimana maraknya kejahatan narkotika baik kejahatan penyalahgunaan dan kejahatan peredaran gelap narkotika. Ancaman akan bahaya narkoba memang telah merasuki ke segala-sendi kehidupan Bangsa dan Negara. Untuk itulah, diperlukan kerja ekstra keras dan serius dalam menangani permasalahan penyalahgunaan narkoba.

Dampak yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah amat sangat memprihatinkan. Dimana kerugian yang ditimbulkan sangat tinggi sekali. Untuk itulah kepedulian diri sendiri dan sesama harus ditingkatkan dari ruang lingkup terkecil keluarga harus semakin ditingkatkan.

Namun sayang peredaran narkoba kian hari semakin menjadi-jadi dan berani. Berton-ton masuk ke Indonesia untuk siap diedarkan di Indonesia. Jadi Indonesia menjadi surga bagi para bandar narkoba.

Hal ini pun mendapat tanggapan serius dari Duta Gerakan Anti Narkoba (Gannas) Rizma Simbolon. Menurut Rizma, masih banyak para bandar-bandar narkoba yang memperdagangan barang haram tersebut. Selama bandar itu masih ada, ia pastinya barang itu pasti ada.

Kenapa, karena bisnis narkoba itu luar biasa keuntungannya. Awalnya bisnis, berlanjut biasanya awalnya dari pemakai, memakai sekali dua kali dia ketagihan, Akhirnya yang mana awalnya dari pemakai ternyata menjadi pengedar, karena bisnis ini menggiurkan.

“Jadi bisnis narkoba ini mendapatkan uang cepat karena uang haram. Bila kita lihat dari sisi bisnis memang sangat menggiurkan dan keuntungannya luar biasa. Jadi susah untuk menghentikan. Karena bisnis ini sudah mengakar kemana-mana. Sekarang sudah banyak anak- anak yang menjadi pemakai bahkan menjadi pengedar sekaligus. Cuma efeknya tidak baik. Buat masa depan, kesehatan, otak,” kata Rizma Simbolon Senin (13/7/2020).

Menurut pandangan Rizma, kinerja pemerintah untuk memberantas narkoba sampai ke akar- akarnya sudah cukup tegas dan sudah sekuat tenaga untuk berusaha memberantasnya. Makanya adanya Badan Narkotika Nasional (BNN) jadi terpisah dari kepolisian jadi khusus satu badan untuk menanggulangi masalah narkoba. Itulah keseriusan pemerintah untuk memutus matai rantai penyebaran narkoba.

Hanya saja tegas Rizma, masih banyak oknum-oknum bermain dalam hal pemberantasan narkoba ini. Adanya permainan uang, hukum itu bisa diperjual belikan. Itulah faktanya yang ada. Misalnya, sudah di hukum mati, tapi bisa dianulir menjadi hukuman seumur hidup. “Jadi sekali lagi saya berpendapat, masih ada praktek-praktek seperti itu dan
tetap ada oknum-oknum yang bermain di kasus-kasus narkoba,” imbuhnya.

Menyambut Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2020 ini, Rizma berpandangan, peran orangtua sangat cukup penting. Bagaimana peran orangtua sedini mungkin menjelaskan apa itu narkoba, efeknya, akibatnya, dan harus menanamkan dari kecil bisa memberi tahu akan bahaya menggunakan narkoba. (lian tambun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *