harmono 31/10/2017

POSKOTA.CO – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Polda Kepri) akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang unsur eksekutif, legislatif dan yudikatif serta pelaku usaha dan ormas lintas agama. Demikian dikatakan Direktur Binmas Polda Kepri Kombes Pol Sumirat di ruang kerjanya, Selasa (31/10).

“Kompleksitas gangguan keamanan saat ini tidak lagi bersifat konvensional, namun berkembang dalam bentuk-bentuk kejahatan lintas negara (transnational crimes), seperti pembajakan (piracy), kejahatan pencucian uang (money laundering), perdagangan gelap narkotika dan senjata (illicit drugs and arm), perdagangan manusia (trafficking-in persons), penyelundupan barang (smuggling), kejahatan mayantara (cyber crime), illegal loggingillegal miningillegal fishing hingga berkembangnya jaringan terorisme internasional,” jelasnya.

Dampak dinamika perkembangan lingkungan strategis (lingstra) dewasa ini, beragam pola dan bentuk kejahatan terus mengalami perkembangan yang luar biasa.

“Kondisi ini tentunya berimplikasi terhadap meningkatnya beban tugas dan tanggung jawab Polri sebagai penyelenggara negara di bidang keamanan dalam negeri dan tentu dampaknya juga terhadap perekonomian di Kepri,” tutur Sumirat.

Direktur Binmas Polda Kepri Kombes Pol Sumirat, didampingi Ketua PW Muslimat NU Hj Noorjanah Gani Lasa (kiri), dan tim Rumah Kamnas, Maksum Zubeir (dua kanan) dan Djoko Waluyo (kanan), mengadakan pertemuan di ruang kerja Dirbinmas Polda Kepri jelang Focus Group Discussion (FGD) Democratic Policing yang digelar di Hotel Allium, Kamis (2/11).

Untuk FGD ini sekitar 75 peserta akan diundang, membahas berbagai persoalan keamanan perbatasan, perairan dan perekonomian di wilayah kerja Polda Kepri. Pelaksanaannya akan digelar pada Kamis (2/11) di Hotel Allium, Batam.

Tidak kalah penting dan menariknya bobot FGD tersebut, dibahas tentang democratic policing yang akan memberikan nilai tambah wawasan dan profesionalisme bagi aparat keamanan terutama polisi dalam menghadapi tantangan dan hambatan keamanan di masa akan datang yang semakin canggih dan beragam kejahatan.

Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Sam Budigusdian MH akan menyampaikan pandangannya di FGD tersebut. Narasumber yang lain Prof (Ris) Dr Hermawan Sulistyo pakar dan ahli bidang keamanan, radikalisme dan terorisme, dipandu moderator Ir Juni Thamrin MSc, PhD.

Output dari FGD dengan tema “Democratic Policing dan Strategi Pengembangan Kerja Sama Keamanan Perbatasan, Perairan dan Penguatan Ekonomi Kepri” adalah kebersamaan membangun Kepri, demikian tegas Sumirat. (mz)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :