harmono 23/02/2018

POSKOTA.CO – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuat making decision (keputusan yang tepat) yaitu, belum menandatangani UU MD3 (MPR, DPR, DPD dan DPRD) yang disahkan DPR.

“Saya sangat setuju dan mengapresiasi langkah Pak Jokowi, bagi saya ini pemikiran brilian dan demokratis dari Presiden,” kata pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie, melalui siaran pers yang diterima POSKOTA.co, Jumat (23/2).

Jerry Massie

Lagi ini, kata Jerry, mencederai demokrasi, memasung kebebasan berpendapat.

Menurut Jerry, hal ini perlu dilawan dan diberangus. DPR jangan semena-mena dalam merancang sebuah undang-undang yang merugikan rakyat banyak.

“Apa ini sudah dikaji, didalami, dianalisis, dipertimbangkan terlebih dahulu sebab-akibatnya, apa apa impact-nya (dampaknya), benefit (manfaatnya) dan keuntungannya? Bagi saya nggak masalah, jika kerjaan nggak benar dikritik. Kalau nggak mau dikritik, mundur saja sebagai anggota DPR,” tandas Jerry.

Sekarang ini ‘zaman now’ dan milineal, jadi kebebasan berpendapat jangan pernah diredam dan dibabat.

Secara esensi, ekasistensi dan substansi, ujar Jerry, UU MD3 sebenarnya lebih kepada mengatur internal para wakil rakyat, sehingga peran pemerintah lebih pada menjaga agar undang-undang itu tidak merugikan masyarakat.

“Saya nilai, DPR kebablasan, apa sudah tidak ada isu lain yang lebih berguna, saya mendukung sepenuhnya langkah Presiden belum menandatangani UU MD3 ini. Mereka seakan merusak kebebasan berpendapat. Pers saja dipasung apalagi masyarakat,” tegasnya.

Jadi Jerry menilai, ini beyond belief (tidak masuk akal). Ini antara irasional dan rasional. “Mereka dipilih dan digaji oleh rakyat, jadi hargailah rakyat kita,” pinta Jerry.

Sementara, tambah Jerry, ini dilakukan atas dasar emosi sesaat atau pencitraan? Jerry menyarankan agar DPR membuat policy (kebijakan) yang menyejahterakan masyarakat. Jangan buat masyarakat gamang dan gundah-gulana.

“Saya curiga, ini ada political interest (kepentingan politik) yang kuat. Salut sama NasDem dan PPP yang menolak,” ungkapnya. (*)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*