harmono 09/09/2019

POSKOTA.CO – Pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat ini menuntut ditopang oleh pembangunan infrastruktur yang merata, baik pembangunan infrastruktur di wilayah utara, tengah dan selatan.

Dede Farhan Aulawi

Menurut pengamat konstruksi, Dede Farhan Aulawi, hal ini sangat penting agar pemerataan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan secara merata di seluruh wilayah, karena jika hal ini tidak diperhatikan maka isu-isu pemekaran akan selalu timbul untuk mendirikan wilayah sendiri.

“Salah satu pembangunan infrastruktur yang penting di Jawa Barat adalah pembangunan Proyek Tol Cigatas, yaitu jalan tol yang akan menghubungkan Cileunyi, Garut, Tasikmalaya, dan Banjar. Penyelesaian perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan tol Cigatas ini masuk kategori sangat penting dan urgen dalam menopang percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah tengah Jawa Barat,” tutur tokoh Jawa Barat ini, Minggu (8/9/2019).

Di samping itu, tambah Dede, jalur ini pun sering dipakai jalur alternatif saat mudik lebaran, sehingga otomatis volume kendaraan akan meningkat sangat signifikan.

“Di hari-hari biasa saja volume kendaraan yang melintasi jalur tengah ini sangat tinggi, apalagi di hari raya atau hari libur sekolah misalnya. Di samping itu lebar jalan yang relatif kecil sementara pembangunan pabrik dan perumahan terus meningkat menambah semakin semrawutnya jalan terutama di jam-jam kerja,” ungkap dosen K3 Konstruksi ini.

“Lihat saja contohnya di sekitar Cileunyi dan Rancaekek saat bubaran jam kerja pabrik sering timbul kemacetan lalu lintas yang luar biasa. Bertahun-tahun terjadi tanpa ada penyelesaian yang berarti,” tambah Dede, yang pernah menyenyam pendidikan di Universite AIX Marseille III Perancis.

Oleh karena itu secara objektif, ujar Dede, pembangunan jalan tol Cigatas ini bisa diwujudkan dengan secepatnya, dan hal ini akan menunjang pengembangan objek-objek wisata yang berada di wilayah-wilayah tersebut. Jika basis ekonomi pariwisata bergerak dan tumbuh, maka diyakininya akan menggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor yang lainnya pula. Misalnya hotel, rumah makan, pengrajin cinderamata, travel, dan lain sebagainya.

Terkait pendanaan yang akan bersumber pada modal investasi swasta, Dede menilai, juga sangat baik. Terutawa swasta lokal atau nasional agar peredaran uang tetap berada di negara kita sendiri. Usahakan menghindari atau meminimalisasi kemungkinan investasi asing agar peredaran uang tidak banyak ditarik keluar, yang ujungnya nilai rupiah bisa semakin anjlok.

“Begitupun dengan tenaga kerja yang akan dipekerjakan di proyek ini, perlu diusahakan 100 persen menggunakan tenaga kerja masyarakat sendiri, agar mereka memperoleh penghasilan untuk menghidupi kebutuhan keluarganya,” pungkas pria yang menjabat Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini. (*/oko)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*