oleh

Pemuda OKI Sayangkan Pernyataan Ketua DPRD soal Aksi Unjuk Rasa

-Nasional-334 views

POSKOTA.CO – Berbagai kalangan angkat bicara soal aksi unjuk rasa yang berujung penyegelan kantor DPRD OKI oleh Forum Mahasiswa Buruh Petani dan Masyarakat OKI Menggugat.

Ketua DPRD OKI Abdiyanto Fikri melalui media, menyebut bahwa tindakan penyegelan yang dilakukan massa aksi sebagai tindakan kekanak-kanakan. Namun pernyataan ini disayangkan oleh para Pemuda OKI yang juga merupakan Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) IMOKI, Edwin Deo Rinaldi dan Rahmat Agus Salim.

“Pernyataan sikap Ketua DPR melalui dia yang mengatakan tindakan penyegelan yang dilakukan massa aksi sebagai tindakan kekanak-kanakan, patut disayangkan,” ujar Edwin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8/2020).

Menurut dia, sebagai wakil rakyat, seharusnya Ketua DPRD OKI bersikap bijak dalam menanggapi aspirasi dari peserta demonstran. Edwin menilai selayaknya wakil rakyat menjadi panutan bagi masyarakat.

“Penyegelan kantor DPRD OKI oleh demonstran merupakan teguran keras bagi anggota legislatif yang sering mengosongkan kantor sehingga wajar jika kantor tersebut di segel masa demonstran,” sambung Edwin.

Sementara Rahmat Agus Salim selaku pemuda OKI berpandangan, penyegelan kantor DPRD OKI oleh para demonstran menandakan bahwa begitu banyak persoalan di kabupaten OKI yang harus diselesaikan.

Rahmat menyarankan, DPRD sebagai lembaga legislatif harus lebih tegas dan memberikan solusi, bukan justru mencari pembelaan di tengah permasalahan OKI yang begitu banyak.

“Seperti halnya ketika masa reses, seharusnya anggota dewan harus benar-benar peka terhadap keluhan-keluhan masyarakat dan juga Pemuda di dapilnya masing-masing, bukan hanya sekedar memasang spanduk lalu foto bersama,” tutupnya.

Sementara koordinator aksi, Andi Leo, dilansir dari mattanews.co mengutarakan, penyegelan DPRD OKI sejatinya hanya simbol bahwa rumah rakyat tersebut tidak representatif terhadap rakyatnya. Dan mirisnya lagi, itu dilakukan oleh wakil rakyat itu sendiri.

“Jika kami dianggap kanak-kanak karena penyegelan, mungkin dewan terhormat harus lebih memahami demokrasi dengan berwawasan out of the box. Hal itu biasa dalam parlemen jalanan. Tak ada yang harus di besar-besarkan, karena sesungguhnya itu belum seberapa,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD OKI Abdiyanto Fikri, di sejumlah media menyatakan bahwa tindakan penyegelan yang dilakukan massa Forum Mahasiswa Buruh Petani dan Masyarakat OKI Menggugat sebagai tindakan kekanak-kanakan.

Bahkan menurut Abdiyanto, pihaknya bisa saja membawa persoalan tersebut ke ranah hukum lantaran penyegelan yang dilakukan tersebut sama sekali tidak mendasar.

”Kalau mau kita persoalkan ya bisa saja. Apa dasar penyegelan itu, mereka jelas melakukan pelanggaran, sebab yang berhak melakukan penyegelan itu pengadilan atau polisi dengan memasang police line. Mereka apa? Tapi karena kita anggap mereka anak-anak, ya kalau kita ladeni (layani) kita anak-anak juga jadinya,” jelasnya.(dhi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *