oleh

Pemeriksaan Administrasi Awal Calon Taruni Akpol Lolos, Dua Wanita Kembar Ini Senang

POSKOTA. CO – Keinginan yang kuat sejak duduk dibangku sekolah, dua wanita terlahir kembar ini mencoba-coba peruntungan dengan mendaftarkan diri sebagai calon taruni akademi kepolisian (Akpol).

Deviana dan Deviani. Demikian nama dua kembar ini. Keduanya saat ini berusia 18 tahun.

Usai menjalani pemeriksaan Rikmin awal penerimaan calon taruna dan taruni Akpol tahun 2020 yang berlangsung di ruang serba guna 1 Pemkab Bogor, kembaran ini mengaku, hasrat menjadi polisi sudah lama di cita-citakan.

Maka demi mewujudkan cita-cita itu, keduanya lalu mengambil jurusan IPA saat masuk bangku sekolah SMA.

Pada seleksi faktual data para calon Akpol, guna memastikan keaslian data diri dan ijasah calon, keduanya dinyatakan lolos.

Sukacita pun mereka rasakan, walau masih tahap awal. Namun setidaknya, ada secercah harapan di langkah awal.

“Perjuangan masih panjang. Ini baru awal. Tapi saya senang, karena berkas kami dinyatakan lengkap dan asli,”kata Deviani, adik Deviana jika merujuk pada saat kelahiran.

Deviani mengaku, ia dan kakaknya terlahir dari seorang ayah yang pegawai negeri sipil (PNS) dan ibu yang seorang rumah tangga.

Mereka memiliki seorang kakak dan seorang adik. Memilih profesi polisi bagi dua kembar ini, karena mereka ingin mengabdi bagi masyarakat.

Cita-cita mulia dua kembar yang tinggal di Karanggan Mas, Kecamatan Citeureup ini didukung sang kakak dan adik selain tentunya kedua orangtua mereka.

Bagi Deviani, menjadi seorang anggota calon taruni Akpol memang berat perjuangan. Namun dengan keyakinan yang kuat, ia berharap bisa menjadi salah satu siswa taruni Akpol, profesi yang sudah lama ia dambakan.

Deviana dan Deviani, merupakan dua calon Akpol dari 63 calon  yang mendaftar lewat Polres Bogor.

Menjalani pemeriksaan administrasi awal, peserta dicek berkas nya secara ketat. Mulai dari tinggi dan berat badan, lalu verifikasi keaslian ijasah dan data kependudukan serta akta kelahiran dan KTP.

Proses pemeriksaan legalitas ijasah dari jenjang SD hingga SMA oleh petugas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menggunakan sinar X.

Selain dewan juri dari Dinas Pendidikan, Polres Bogor juga melibatkan Dinas Kependudukan, Departemen Agama dan pengawas ekternal.

Yadi, petugas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengatakan, penggunaan sinar X ini, guna memastikan keaslian ijasah calon.

Dari semua peserta yang dilakukan pemeriksaan, Yadi mengatakan, semua ijasah para calon asli alias tidak ada yang palsu.

“Dari hasil verifikasi, hampir semua peserta lulus di tahun 2020. Ada beberapa calon yang lulus tahun 2018. Kita doakan, semoga mereka yang berjuang lewat jalur Akpol ini diterima semua,”kata Yadi.

Keterlibatan Dinas kependudukan dalam seleksi awal administrator ini, guna memastikan, jika calon benar -benar warga Kabupaten Bogor.

Dalam pemeriksaan awal ini, tiga dari 63 calon dinyatakan gagal. Angel, salah satu calon dinyatakan gagal, karena tinggi badan tidak mencapai sarat minimum.

Berdasarkan data, untuk calon taruni Akpol minimal memiliki tinggi badan 163 Cm dan taruna Akpol 165 Cm.

“Untuk calon taruni Akpol atas nama Angel, tinggi badannya 162 Cm. Dia kurang 1 Cm. Kami memberikan dia penjelasan dan kami menguatkan dia agar tak putus asa karena masih bisa tahun depan dia ikut,”kata petugas Polres Bogor.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena mengatakan, pemeriksaan ketat ini dilakukan, karna pihaknya ingin menghasilkan perwira Polri yang bersih dan berdedikasi tinggi.

“Hari ini Sabtu (4/7/2020) verifikasi bagi calon Tamtama,”ujar AKP Ita. (ymd/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *