taher 22/03/2018

POSKOTA.CO – Pembangunan Proyek Kereta Api Makassar-Parepare ditawarkan ke investor internasional oleh kementrian perhubungan dalam acara Indonesia Railway Conference 2018, di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22 Maret 2018).

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri mengungkapkan, Kementerian Perhubungan terus menawarkan investasi pembangunan infrastruktur transportasi kereta api.Bahkan pada 19 maret 2018 kemarin, sebetulnya pihaknya telah melakukan market sounding untuk investasi proyek KA Makassar-Parepare ke sejumlah investor.

“Kan, ini forum internasional jadi saya menawarkan, kita lagi mencari, meng-invite investor untuk infrastruktur kita buka, regulasi udah siap,” kata Zulfikri ditemui usai memberikan sambutan.

Dia mengatakan, pada 19 maret 2018 kemarin, sebetulnya pihaknya telah melakukan market sounding untuk investasi proyek KA Makassar-Parepare ke sejumlah investor.

Kesempatan kali ini pun tak dilewatkannya, karena ada berbagai investor swasta internasional yang hadir.
“Kita tawarkan untuk sebagian di investasi swasta, PPP (Public Private Partnership), sebagian juga untuk operasi prasarana, kita,” katanya.

Dia menuturkan, untuk peminat sendiri dapat dilihat dari acara market sounding yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Hal yang menarik, katanya, pembiayaan proyek ini dapat dilakukan melalui Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan skema baru, yaitu availability payment (pembayaran secara berkala).

“Kemarin, yang hadir banyak (di acara market sounding), karena skema-nya agak beda, ini pakai availability payment. KPBU itu kan banyak macam-macam kan ya, ada yang availability payment ada yang BoT (Build Operate Transfer),” katanya.

Skema availability payment, menurutnya, akan lebih menarik bagi investor swasta. Dia juga mengatakan, saat ini sepanjang 44 kilometer proyek KA Makassar Pare-pare yang dibangun melalui dana APBN yang ditargetkan pemerintah untuk beroperasi di tahun ini.

“Untuk KPBU ini sendiri kita harapkan selesai Oktober. Oktober sudah lelang, berarti nanti akan ada operator untuk prasarana. yang kita KPBU kan prasarana, bukan sarana,” tutur dia. (oko)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*