harmono 25/09/2017

POSKOTA.CO – Menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati Purwakarta, pada Pilkada Serentak 2018 mendatang, kini para calon bupati (cabup) di Kabupaten Purwakarta, sudah mulai sibuk mengenalkan diri melalui poster, spanduk dan baliho yang dipasang di beberapa wilayah kecamatan dan desa.

Namun tampaknya masyarakat di Purwakarta, khususnya di tingkat ‘akar rumput’ rata-rata masih bingung untuk memilih cabup dan cawabup Purwakarta pada Pilkada 2018.

Pasalnya sampai saat ini mereka belum mengenali pasang calon (paslon) yang akan bertarung di pilbup Purwakarta nanti.

Seperti diketahui, para cabup Purwakarta lebih banyak menebar janji kampanye kepada masyarakat dengan menggunakan media sosial (medsos) seperti Facebook, WhatsApp, Instagram dan lainnya, ketimbang bersosialisasi langsung ke masyarakat.

Menurut Ujang Opik (39), warga Wanayasa Purwakarta, peranan dunia maya memang menjadi sangat penting bagi kebanyakan orang. Terlebih bagi para bakal calon kepala daerah.

Dikatakannya, medsos menjadi media efektif untuk sekadar pencitraan dan menebar janji-janji. Di Purwakarta, sudah banyak bermunculan komunitas Facebook pendukung cabup, bahkan para cabupnya pun tak sungkan ‘memamerkan’ keragaman jati dirinya hanya untuk meraih popularitas. “Tapi mereka (para cabup-red) tidak sadar bahwa yang diinginkan masyarakat bukan kampaye atau pencitraan melalui medsos, mereka ingin bertatap muka serta dialog langsung,” ungkap Opik.

“Walaupun sudah beredar nama berikut gambar cabup yang terpampang di baliho dan spanduk, yang dipasang di beberapa wilayah kecamatan di Purwakarta, namun masih belum banyak yang dikenal oleh masyarakat,” ujar Opik, dalam perbincangannya di Situ Winayasa, Senin (25/9).

Begitu juga dengan Ujer (35), warga Bojong Purwakarta, mengaku dirinya tidak banyak tahu dengan para cabup Purwakarta. Bahkan dari sekian banyak cabup yang terpampang di foto tersebut, dia hanya tahu dan kenal dengan cabup H Rustandie. “Saya hanya tahu sekaligus kenal juga dengan Pak Rustandie, karena lumayan sering ketemu,” kata Ujer, Senin (25/9).

Sementara itu, sebelumnya pihak KPU Purwakarta, saat dikonfirmasi via chat messenger, Sabtu (23/9), guna dimintai tanggapan seputar maraknya pengenalan cabup melalui medsos, hingga kini belum ada penjelasan. (rony)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :