oleh

Optimalkan Fungsi FKPM, Ciptakan Suasana Kondusif saat Pandemi Covid-19

-Nasional-62 views

POSKOTA.CO – Ciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat di masa pandemi Covid-19, Polres Trenggalek, Polda Jawa Timur mengoptimalkan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM). “FKPM diharapkan menumbuhkan sikap toleransi dan menghindari perselisihan antar golongan di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, Jumat (12/6/2020).

Acara itu dihadiri pula oleh Bupati Trenggalek HM Nur Arifin, dan Dandim 0806 Trenggalek Letkol Inf Dodik Novianto. AKBP Doni mengatakan dengan kehadiran semua pihak yang mendukung langkahnya ini diharapkan peran dan fungsi FKPM semakin dioptimalkan.

“Harapannya dengan FKPM ini, kita bisa saling membangun komunikasi antar warga dan tokoh masyarakat. Tentunya jika komunikasi sudah baik, ke depan segala macam permasalahan bisa terselesaikan dengan baik di tingkat lingkungan terkecil sebelum melangkah ke proses hukum,” papar AKBP Doni dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2020).

Selain sebagai wadah menjalin komunikasi, menurut AKBP Doni, FKPM memiliki peran yang sangat sentral dalam membina keamanan di lingkungan.

“Kami juga berharap peran yang lebih dari para tokoh masyarakat untuk turut menciptakan situasi yang kondusif apalagi di musim pandemi Covid-19 ini. Jika situasi di sekitar kita aman, maka hampir dapat dipastikan jalur ekonomi akan semakin terbuka lebar,” ujar AKBP Doni.

Dan manfaatnya, tambah AKBP Doni, bisa dinikmati oleh masyarakat luas. “Sekali lagi, kami mohon bantuan partisipasi dari semua tokoh masyarakat dan semua elemen, untuk turut serta dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di Trenggalek,” kata AKBP Doni.

Sementara itu, Bupati Trenggalek, HM Nur Arifin, mengatakan pihaknya sangat mendukung peran FKPM di tengah masyarakat. “Ketika ada permasalahan di masyarakat sebelum dilanjutkan ke ranah hukum hendaknya dilakukan musyawarah untuk mufakat. Di sini peran FKPM diperlukan,” tukas Bupati Arifin.

Ia juga mengapresiasi Kapolres Trenggalek yang telah berkenan menghidupkan kembali FKPM. “Dalam masa pandemi Covid 19 ini banyak sekali kerawanan baru. Contoh dengan kewajiban memakai masker, maka ketika masuk ATM, sangat sulit untuk mengidentifikasi setiap orang yang masuk, termasuk ketika terjadi tindak kejahatan,” paparnya.

Berdasarkan data Indikator yang dirilis oleh Tim Gugus Tugas Nasional Covid-19, kata Bupati Arifin, wilayah Kabupaten Trenggalek masuk dalam zona kuning. “Ini artinya Kabupaten Trenggalek tidak ada transmisi lokal Covid-19,” ucapnya.

Ia menjelaskan kebijakan New Normal di Kabupaten Trenggalek akan diterapkan menjadi beberapa tahap dengan segala aturan dan langkah yang menyertai. “Santri yang berasal dari dalam kota dipersilahkan untuk kembali ke Ponpesnya, sedangkan untuk santri dari luar kota akan dilakukan tes terlebih dahulu,” kata dia.

Jika nantinya hasilnya reaktif, maka akan diisolasi terlebih dahulu. “Nantinya mohon untuk pengasuh ponpes agar menyediakan lokasi khusus dan terpisah bagi santri yang berasal dari luar kota,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, menurut Arifin, pihaknya mengisiasi panduan atau protokol kesehatan dalam new normal. “Jika tidak ada halangan nanti tanggal 15 Juni akan kami rilis,” ujarnya.

Sementara Dandim 0806 Kab Trenggalek, Letkol Inf Dodik Novianto menambahkan dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif, pihak Polri dan TNI tentunya tidak bisa berjalan sendiri. “Kami membutuhkan dan memohon dukungan dari semua pihak dan masyarakat, termasuk FKPM ini,” katanya. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *