oleh

Oknum Pejabat Kemenkes dan Wakil Rakyat Dijadikan Alat Korupsi

-Nasional-150 views

POSKOTA.CO – Kasus dugaan permainan pengadaan makanan tambahan di Direktorat Gizi, Kementerian Kesehatan untuk makanan tambahan balita kurus ke daerah dengan nilai masih menyisakan pertanyaan. Masalahnya, pemenang tender justru pengusaha yang pernah bermasalah dengan pajak.

Sekretaris Bos PT IGM Teni yang dikonfirmasi lewat nomor ponselnya 08212345xxxx, tak merespons ketika akan ditanyakan kebenaran kabar tersebut, termasuk kontrak Rp275.807.505.600, dan penyediaan makanan tambahan Ibu Hamil Kurang Energi Kronik ke daerah dengan kontrak Rp217.212.832.980.

Kabar santer, pejabat di Kementerian Kesehatan bagian gizilah yang bermain soal bantuan tambahan gizi. Selain itu, bos PT IGM yang berinisial WDG, selalu menggunakan wakil untuk memilih pejabat di Kemenkes yang bisa diajak kongkalikong oleh WDG.

Kedua proyek jumbo yang bernilai triliunan itu dimenangkan PT IGM dan barangnya diproduksi PT TPS. Artinya, bos di balik PT IGM yang menjadi dalang pengaturan kotor, dan oknum wakil rakyat dan pejabat Kemenkes hanya jadi boneka semata.

Kabid Investigasi BPI KPNPA RI (Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia), tetap akan menelisik dugaan korupsi pengadaan makanan tambahan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Patut diduga ini ada skenario besar dan sudah disetting,” tegas Agus Chepy Kurniadi, kepada wartawan, pada Jumat (13/3/2020).

”Akan kami kerahkan anggota kami dari BPI KPNPA RI agar melakukan penelusuran dan pulbaket. Bila ada celah yang mengarah ke A1, kita akan segera datangi pihak-pihak terkait sebagai bahan klarifikasi dan evaluasi, lantas kita bikin laporan pengaduan ke lembaga berwenang,” tegasnya. (***)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *