oleh

Minimnya Infrastruktur Sekolah Mengancam Nyawa Anak-Anak dan Guru saat Buka Sekolah

-Nasional-49 views

POSKOTA.CO – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan apresiasi keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu) RI untuk membantu PJJ secara daring dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun untuk subsidi pulsa dan kuota internet bagi guru, dosen, siswa dan mahasiswa untuk 4 bulan kedepan.

Paling tidak, bantuan tersebut dapat mengatasi salah satu masalah atau kendala PJJ, meskipun beberapa permasalahan PJJ sejak awal pandemik, bukan hanya masalah mahalnya tarif paket data, akan tetapi juga ada masalah lain yang harus diselesaikan , yaitu ketiadaan gawai atau laptop dan akses internet yang terkendala di sejumlah daerah.

“Namun anggaran Rp 7,2 T hanya untuk pemberian kuota internet seperti yang dilakukan Kemdikbud mengundang pertanyaan bagi banyak pihak. Karena hanya menyelesaikan satu kendala dan jadi bias kelas. Bantuan kuota hanya untuk anak-anak yang memiliki gawai dan akses sinyal tidak terkendala di wilayahnya.

Bagi anak-anak miskin dan anak-anak di pelosok, yang tidak punya gawai dan susah sinyal, maka bantuan ini tidak bisa mereka nikmati. Kelompok ini hanya bisa dilayani secara luring, namun tak ada bantuan pemerintah untuk luring. Kelompok anak-anak ini tetap tak terlayani PJJ-nya,” urai Retno Listyarti Kominioner KPAI dalam Siaran Persnya Sabtu (29/8/2020).

Semestinya kata Retno menegaskan, masalah di petakan dulu, berapa Giga yang diperlukan, berapa persen siswa/guru yang butuh kuota dan berapa persen siswa/guru yang butuh bantuan lain. Padahal jika data-data itu diminta ke semua sekolah, hanya dalam 3 hari saja bisa tersedia.

Mengapa data tersebut tidak ada di Kemdikbud dan Dinas-dinas Pendidikan Daerah. Padahal sangat mudah mendapatkannya, hanya butuh rapat koordinasi daring dengan stakeholder terkait secara berjenjang. Katanya.

Ditambahkan Retno, layanan Pembelajaran luring juga membutuhkan dukungan anggaran pemerintah, jadi kalau ada pemetaan masalah dan kebutuhan yang jelas, maka anggaran, tujuh ratus ribu miliar tersebut, bisa dialokasikan untuk membantu membeli gadget bagi siswa/guru yang tidak memiliki, pasang alat penguat sinyal di daerah-daerah yang susah sinyal, dukungan transportasi untuk para guru kunjung dan dukungan penyiapan infrastruktur sekolah dalam menghadapi pembelajaran tatap muka.
“Bukan Hanya Masalah Kuota Internet, Masalah Minimnya Infrastruktur Sekolah Mengancam Nyawa Anak-Anak dan Guru Saat Buka Sekolah,” katanya.

KPAI kembali mengingatkan kepada Kemdikbud dan Kementerian Agama kata Retno, bahwa masalah di sektor Pendidikan di masa pandemik saat ini yang sangat darurat, mulai dari memperbaiki PJJ fase dua, sampai pada penyiapan pembelajaran tatap muka dengan pemenuhan infrastruktur dan protocol/SOP adaptasi kebiasaan baru di sekolah. Penyiapan ini sangat krusial karena menyangkut keselamatan jutaan siswa, guru dan warga sekolah lainnya(Lian TambuN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *