oleh

Merdeka Belajar Menuntut Kreativitas Guru dan Lingkungan Pendidikan

-Nasional-185 views

POSKOTA.CO – Ki Hajar Dewantara mengatakan, apa pun yang diperbuat oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya.

Pandangan pendiri Perguruan Taman Siswa inilah yang menjadi pedoman seorang Guru Besar Universitas Negeri Jakarta Prof Dr dr James Tangkudung SportMed, MPd dalam mengajar para mahasiswanya S1 hingga S3 di Universitas Negeri Jakarta dalam memberikan pendidikan.

Berbicara kualitas pendidikan dengan negara-negara lain, Indonesia tidak kalah dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Di saat pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, dunia ilmu pengetahuan teknologi (iptek) betul-betul menjadi perhatian yang sangat serius untuk semua. Semuanya harus menggunakan laptop atau telepon seluler untuk menjangkau informasi pendidikan. Hanya saja, tidak semua daerah di seluruh Indonesia belum ada yang menggunakan laptop maupun ponsel, semuanya sangat terbatas. Untuk itulah dituntut para guru dan dosen untuk kreativitasnya, dan dari sini pula akan terlihat apakah para guru dan dosen berkualitas atau tidak.

“Bicara kualitas pendidikan, saya rasa Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Hanya saja yang perlu dipertegas di sini, tentang adanya pandemi Covid-19 ini. Pada saat Covid-19 ini lebih diperjelas lagi, menurut saya, iptek itu ternyata mempercepat proses pembelajaran merdeka yang diminta oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,” ujarnya, Kamis (9/7/2020).

“Dan tentunya ini mempercepat iptek, karena kita lihat sekarang ilmu teknologi sudah di mana-mana, apalagi Mendikbud mengatakan pembelajaran merdeka. Masalahnya, belum semua orang di Indonesia sampai ke pelosok-pelosok punya laptop dan ponsel, oleh sebab itu di sinilah diminta kreativitas dari pada guru. Di sini pun akan terlihat kualitas dari para guru. Cepat beradaptasi dengan adanya krisis Covid 19 ini, dan ini bagus,” sambung James Tangkudung

Untuk menunjang pembelajaran yang berbasis ilmu teknologi sebagai Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, James Tangkudung selalu memberikan mata kuliah sejak lima tahun lalu sejak 2015 sudah mengajar mahasiswa S1, S2 dan S3 secara online learning dengan Edmodo. Separuh tatap muka dan separuh lewat IT online learning, sehingga mahasiswa diarahkan untuk mengambil mata kuliah yang ada di luar negeri seperti Harvard University AS, Monasch University Australia dan Kanada serta Jerman tempat saya kuliah S1 doktor dan spesialis S2 di Franfurt Goethe University Germany.

“Makanya saya mengajar di program doktor di Philipina Normal University Manila, dan bimbingan doktor dengan mahasiswa University of Malaya Kualalumpur,” tandasnya.

Diartikan maksud dari merdeka belajar itu yakni, para mahasiswa baik itu S1, S2, dan S3 harus rajin membuka IT online untuk mencari sumber-sumber pengetahuan yang maju yang modern. Dengan tentunya, tidak melupakan budaya Indonesia sendiri. Itulah kira-kira menurut James, untuk meningkatkan kualitas diri sendiri, itu pun tergantung kepada diri sendiri juga untuk mau belajar.

Kembali lagi untuk dunia iptek, itu semua, kata James, kembali kepada kreativitas mahasiswa, guru-guru, dosen, di zaman sekarang adanya Covid-19 ini, semua dipaksa untuk belajar dari rumah. Dari sinilah iptek terpaksa untuk dipercepat.

“Pasti ada yang kekurangan, untuk itulah diminta untuk semua kreatif. Karena apa kesempatan merdeka belajar diarahkan Menteri Pendidikan supaya mengambil sumber-sumber belajar dari luar. Jadi tidak perlu baca buku kita harus ke mana, tapi sekarang mudah dengan adanya IT online,” katanya.

Dipertegas Prof Dr dr James Tangkudung, marilah bersam-sama membangun dunia pendidikan agar bangsa ini disegani di dalam dunia pendidikan yang kualitasnya bagus-bagus tidak kalah dengan negara lain. Ini semua tergantung dengan Menteri Pendidikannya.

“Saya meyakini, Indonesia punya SDM yang hebat-hebat, tinggal kita diberikan sarana untuk dunia pendidikan, terutama di daerah daerah agar dapat terjangkau, supaya mereka pun akan maju bersama dengan IT,” pungkasnya. (lian tambun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *