oleh

Kobar Nilai Sikap Pemerintah Terhadap Kemunculan KAMI Terlalu Berlebihan

-Nasional-92 views

POSKOTA.CO-Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal Kobar menilai dalam menyikapi munculnya gerakan KAMI  pemerintah dan pendukung pemerintah dinilai terlalu berlebihan. Hal ini justru menjadi kontra produktif terhadap komunikasi pemerintah dan masyarakat.

“Beberapa media menilai itu kan gerakan moral. Nah, kita harus pahami juga bahwa KAMI itu sekumpulan masyarakat intelektual yang cukup punya nama. Mereka kumpul bersama-sama melakukan gerakan-gerakan moral. Dan saya melihat KAMI ingin meluruskan apa yang sekarang terjadi di bangsa ini. Minimal memperbaikilah kondisi bangsa yang ada,” katanya, Rabu (03/09)

Menurut Rizal, yang dia perhatikan sebenarnya KAMI tidak melawan pemerintah. Mereka hanya ingin meluruskan, mengkritisi, dan yang berkumpul. Bahkan KAMI lebih terlihat sebagai kumpulan masyarakat atau rakyat merdeka.

“Kalau saya perhatikan didalam KAMI rata-rata berisi tokoh intelektual dan senior, yang secara keilmuan mereka tidak diragukan lagi,” tambah Rizal.

Karena itu Rizal berharap pemerintah seharusnya bisa menerima apa yang dikritisi oleh teman-teman di KAMI. Pemerintah jangan terlalu menganggap bahwa hal itu adalah suatu yang menakutkan sehingga menimbulkan trauma yang akhirnya mereka membuat “KITA” , “MEREKA” atau apalah namanya.

Baginya sah-sah saja gerakan yang mereka buat. Biar masyarakat sendiri yang menilai. Dan dia meyakini dukungan rakyat terhadap munculnya KAMI sampai saat ini cukup bagus.

Ia percaya  semua masukan baik berupa persoalan  ekonomi, budaya, sosial-politik yang disampaikan tokoh-tokoh KAMI tentu berdasarkan kapasitas keilmuannya. Perubahan-perubahan ekonomi, politik dan sebagainyapun  ada draftnya untuk disampaikan kepada pemerintah. Sifatnya bisa jadi berdialog atau berdiskusi.

Terkait adanya anggapan bahwa gerakan KAMI memiliki motivasi untuk Pilpres atau merupakan bagian dari persiapan-persiapan menuju Pilpres 2024 Rizal mengaku belum melihatnya sejauh itu.

“Saya melihat tidak ada orang-orang di KAMI yang berpikir kearah Pilpres. Meski yang terlihat memang didalamnya banyak orang-orang yang berasal dari kubu yang berlawanan. Tapi saya melihat bahwa KAMI tidak punya pemikiran kearah sana (untuk Pilpres 2024).

Menyangkut materi yang menjadi perhatian KAMI antara lain persoalan ekonomi, RUU HIP dan RUU Omnibus Law. Dan  orang-orang di KAMI cukup keras dalam mempertahankan nilai-nilai. Makanya mereka memaknai KAMI sebagai simbol gerakan moral. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *