KETUA IPJI MENYESALKAN UCAPAN KAPOLRES LECEHKAN WARTAWAN – Poskota.co
Saturday, September 23

KETUA IPJI MENYESALKAN UCAPAN KAPOLRES LECEHKAN WARTAWAN

Ketua IPJI bersama sekretarisnya

POSKOTA.CO – Kapolri Jenderal Tito Karnavian seharusnya mencopot Kapolres Way Kanan, Budi Asrul Kurniawan karena dianggap melecehkan profesi wartawan. “Beliau kan seorang perwira, tak pantas bicara seperti itu, wartawan kan mitra polisi,” ungkap Ketua Umum Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI) Taufick Rahman, Selasa pagi (29/8/2017).

“Saya berharap rekan IPJI Lampung segera melapor, dan menyerahkan bukti rekaman perkataan Kapolres Way Kanan kepada DPP IPJI untuk ditindaklanjuti, dilaporkan ke Kapolri,” katanya.

Ketua Umum IPJI ini menjelaskan, jika diketahui ada pihak melarang peliputan yang tengah dilakukan jurnalis, dapat dikategorikan menghalang-halangi kerja jurnalistik. Tindakan itu melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Pada Pasal 18 disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja menghambat atau menghalangi kerja wartawan dapat dikenai sanski hukuman penjara 2 tahun dan denda Rp500 juta,” paparnya.

Akibat ucapan Kapolres Waykanan, PWI Surakarta juga melakukan protes karena dianggap menyakiti rekan seprofesi. “Harus diadukan secara hukum ke pimpinan Polri,” tegas Wakil Ketua PWI Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan, Sri Hartanto, Senin (28/8).

Jika benar apa yang diucapkan Budi Asrul Kurniawan mendeskreditkan profesi wartawan sebagai kotoran hewan itu penghinaan yang sangat luar biasa. “Yang bersangkutan tidak mencerminkan sikap sebagai pimpinan untuk menghormati tugas wartawan,” tandasnya.

Disamping itu, sikap Budi Asrul Kurniawan juga menghina profesi Ayah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Achmad Saleh yang juga sebagai wartawan era 1960-an. Beliau wartawan senior di Palembang, Sumatera Selatan.

Menanggapi soal pelecehan Kapolres Waykanan pada wartawan, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasiso mengungkapkan, kasus tersebut sudah ditangani Propam Polda Lampung dan Kapolda sudah meminta maaf pada wartawan. “Kami berharap tak ada masalah yang harus dibesarkan karena Polri dan wartawan adalah mitra yang tak terpisahkan,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)