oleh

Kementan Dorong Masyarakat Lebih Banyak Konsumsi Singkong dan Jagung

-Nasional-44 views

POSKOTA.CO-Kementerian Pertanian mendorong masyarakat untuk lebih banyak menkonsumsi pangan lokal seperti singkong, sagu, talas, kentang, dan jagung. Hal ini penting dilakukan demi menggalakan diversifikasi pangan diluar beras yang konsumsinya masih sangat tinggi.

“Jenis gizi dan karbohidrat dari pangan lokal tersebut tidak kalah dengan beras. Jadi tidak perlu ragu untuk mengkonsumsinya sebagai pangan pengganti beras,” kata  Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Riwantoro pada  diskusi dengan tema ‘Diversifikasi Pangan Kokohkan Ketahanan  Pangan Nasional’ yang diselenggarakan Forwatan di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, saat pihak Kementan terus mendorong masing-masing provinsi untuk menggalakan penggunaan pangan lokal masing-masing daerahnya. Mereka didorong untuk  memproduksi panganan lokal selain beras seperti ubi kayu, jagung, sagu, talas dan kentang.

“Mereka diminta untuk terus secara konsisten menggalakkan diversifikasi pangan di wilayah masing- masing sehingga  menjadi sebuah gerakan. Bahkan hingga ke  pekarangan rumah,” tambahnya.

Tujuan pemerintah menggalakan diversifikasi pangan sendiri, menurut Riwantoro, untuk antisipasi krisis, penyediaan pangan alternatif, menggerakan ekonomi dan mewujudkan sumber daya manusia yang sehat. Dengan sasaran menurunkan ketergantungan terhadap konsumsi beras.

Sementara itu, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi IPB, Sahara menyatakan, saat ini pemeritah masih terlalu fokus pada upaya memproduksi beras. Jika hal ini tidak cepat-cepat diubah maka upaya mendorong diversifikasi pangan akan sulit terlaksanaka.

“Masyarakat juga harus terus didorong agar  tidak terlalu bergantung dengan beras sebagai sumber karbohidrat hanya pada beras. Padahal selain beras banyak sumber karbohidrat yang cukup baik dikonsumsi.”

“Pola konsumsi pangan masih tergantung beras. Sayangnya  kebanyakan karbobidrat tetapi kurang vitamin, protein dan buah,” ujarnya.

Dia mengakui untuk mendorong konsumsi selain beras masih banyak  tantangan yang barus dihadapi. Diantaranya hingga saat ini masih rendahnya investasi pangan lokal selain beras. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *