oleh

Kemendikbud Anggarkan Rp7 Triliun untuk Bantu Guru dan Siswa dalam Pelaksanaan PJJ

-Nasional-67 views

POSKOTA.CO-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan anggaran sebesar Rp 7 triliun untuk membantu memenuhi kebutuhan kuota internet bagi para guru dan siswa. Pasalnya selama ini kuota internet menjadi kendala dan keluhan masyarakat dalam mengikuti pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Pada pelaksanaan PJJ selama pandemi COVID-19 ternyata kuota internet menjadi kendala yang cukup banyak dikeluhkan masyarakat. Oleh karena itu dengan adanya bantuan kuota dengan nilai total Rp 7 triliun maka kendala tersebut bisa segera teratasi,” kata Dirjen PAUD Dasmen Kemendikbud Jumeri pada Bincang Sore dengan media, Jumat (28/8/2020).

Menurut Jumeri, pihaknya telah mencoba menampung keluhan apa saja yang disampaikan guru dan siswa selama pelaksanaan PJJ. Ternyata yang paling banyak disampaikan adalah soal beratnya memenuhi kebutuhan kuota internet.

Karena itu pihaknya membuat kebijakan untuk memberikan  subsidi kuota 35 GB kepada siswa per bulan. Dengan demikian  diharapkan langkah tersebut dapat mengatasi kendala yang selama ini mereka hadapi.

Belum berakhirnya pandemi COVID-19 hingga saat ini membuat pemerintah memutuskan untuk  melanjutkan pelaksanaan PJJ terutama untuk area zona merah dan orange. Konsekuensinya adanya kebijakan tersebut membuat pemerintah perlu memberikan dukungan kuota internet terhadap guru dan siswa.

Mekanisme pemberian bantuan kuota internet tersebut adalah semua siswa dan guru melaporkan nomor telepon seluler yang digunakan untuk kegiatan PJJ melalui sekolah masing-masing. Lalu sekolah melaporkan nomor tersebut ke dapodik sesuai nomor induk siswa (NISN).

Kemudian dari data yang dikumpulkan  kepala sekolah melaporkan dan menandatangani pakta integritas, bahwa data nomor telepon seluler siswa tersebut adalah benar. Selanjutnya  semua data yang masuk ke Dapodik,  Pusdatin akan memilah-milah nomor sesuai dengan  perusahaan operator selulernya.

Data ini dilaporkan ke operator telepon seluler, dan selanjutnya masing-masing operator akan mengirimkan paket data tersebut ke nomor siswa atau guru yang terdata.

Kemendikbud sendiri antara lain telah menggandeng Telkomsel, Indosat dan XL. Pemberian kuota subsidi ini akan dimulai bulan September 2020 langsung dikirim ke nomor siswa atau guru yang didaftarkan. Selama berlangsung program subsidi kuota internet tersebut, pemerintah juga akan tetap mengawasi kendala-kendala yang ditemukan dilapangan seperti kemungkinan akses lambat dan lainnya.

Dengan subsidi kuota internet tersebut diharapkan tidak ada lagi alasan bagi guru maupun siswa untuk tidak mengikuti PJJ. “Kalau kemarin ada yang beralibi taka da kuota internet maka sekarang tidak bisa,” kata Jumeri. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *