oleh

Kejahatan Zionis Israel terhadap Perempuan dan Anak Palestina Melampaui Batas

-Nasional-149 views

POSKOTA.CO – Ketua Adara Relief Internasional Sri Vira Chandra mengatakan, penjajahan zionis Israel terhadap Palestina  membawa penderitaan panjang bagi perempuan Palestina. Mereka tidak hanya menjadi korban kebiadaban penjajah Israel secara fisik, tetapi juga memaksa perempuan Palestina memerankan seribu peran lainnya dalam berbagai rekaman peristiwa.

Karena itu, Vira mengajak masyarakat Indonesia untuk menunjukkan kepedulian terhadap perempuan dan anak Palestina. Aksi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan zionis Israel terhadap kelompok perempuan dan anak sudah melewati batas dan menimbulkan banyak korban.

Dalam temu media yang dilakukan secara daring bertema “Peran Media dalam Membantu Masalah Kemanusiaan di Palestina”, Vira menyebutkan seorang perempuan Palestina bisa merangkap banyak peran dalam dirinya, memerankan seribu peristiwa, dan berbagai sudut pandang.

“Perempuan Palestina adalah ibu dari seorang anak yang hilang atau diculik, saudara dari laki-laki yang menjadi buron, istri dari seorang suami yang gugur syahid, anak perempuan dari seorang ayah yang sudah lama diincar zionis dan pada akhirnya ditangkap atau dibunuh. Atau bisa juga menjadi ibu dari seorang anak yang hidup di kamp pengungsian dan sebagainya. Semua bisa diperankan dalam waktu yang sama oleh perempuan Palestina,” kata Vira.

Menurut dia, itu terjadi akibat berbagai kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Kejahatan kemanusiaan yang hingga saat ini terus dibiarkan terjadi oleh dunia internasional termasuk Mahkamah Internasional.

Vira menjelaskan blokade terhadap Gaza sejak 2006 telah mengakibatkan kemiskinan, pengangguran, dan makin sulitnya akses layanan kesehatan bagi warga Palestina. Kejahatan kemanusiaan tersebut terus terjadi dalam berbagai bentuk seperti tawanan administrative tanpa persidangan dan tanpa pengacara, aksi penangkapan, kekerasan dan pembunuhan terhadap perempuan dan anak.

Lalu pembunuhan terhadap tenaga medis, pembunuhan terhadap wartawan baik wartawan Palestina maupun wartawan dari luar negeri, pemukiman legal melalui berbagai cara seperti penghancuran rumah, pencabutan lahan zaitun dan lainnya. Israel juga tak segan-segan menghancurkan fasilitas ekonomi dan sosial, memutuskan jaringan listrik dan air bersih serta menghalangi bantuan kemanusiaan dari dunia luar.

Kasus yang paling biadab dilakukan Israel dilakukan terhadap perempuan bernama Khadijah Khuweis yang mengalami penyiksaan, pelecehan seksual, tidak diberi makan, dan berbagai tindak kekerasan lainnya. Juga perempuan bernama Isra Jabis yang harus kehilangan delapan jari tangannya dan rusak separuh wajahnya akibat kebiadaban tentara Israel. Belum lagi kasus tenaga medis Razan Najjar yang ditembak mati oleh zionis Israel saat tengah bertugas di medan konflik.

Tak hanya perempuan, diakui Vira, hampir semua anak Palestina juga mengalami kejadian mengerikan dalam hidupnya. Banyak diantara anak-anak yang menjadi korban tembak, terkena bom, kehilangan orangtua, menjadi yatim seketika hanya dalam hitungan beberapa detik. Salah satu contohnya adalah Yamin, anak Palestina berusia 4 tahun yang harus kehilangan 22 orang anggota keluarganya dalam peristiwa serangan udara yang dilancarkan Israel di Kota Deir al Balah di jalur Gaza Tengah.

Karena itu, Adara Relief Internasional berkomitmen terus mendukung perjuangan perempuan Palestina dengan cara mengirimkan bantuan yang mereka butuhkan. Bersama jejaring komunitas dan lembaga yang ada, Adara mengambil 5 segmentasi penyaluran bantuan yakni segmen ekonomi, kesehatan, pendidikan, agama dan musiman. Untuk segmen ekonomi seperti santunan anak yatim, paket bahan pangan dan renovasi rumah. Lalu segmen kesehatan seperti penyediaan alat bantu dengar, bantuan obat-obatan, paket sterilisasi Covid-19 dan pemulihan trauma.

Segmen pendidikan meliputi dukungan agar anak-anak bisa kembali ke sekolah, bantuan alat tulis dan sebagainya. Lalu segmen agama yang meliputi halaqah Al-Quran, musabaqoh Al-Quran dan kafalah guru tahfiz. Dan segmen musiman berupa bantuan untuk Ramadhan, Idul Adha (hewan kurban) dan selimut atau baju untuk musim dingin.

Vira mengakui di tengah kesulitan ekonomi yang melanda Indonesia akibat pandemi Covid-19, tak menyurutkan masyarakat untuk menyalurkan donasinya bagi warga Palestina. Sebut saja untuk hewan kurban tahun ini saja, Adara berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp1,5 miliar, naik dibanding tahun sebelumnya sekitar Rp1 miliar.

“Itu artinya, kesadaran masyarakat untuk bersedekah sangat bagus. Karena sedekah sejatinya akan mengeluarkan kita dari berbagai kesulitan. Sedekah juga akan membuat rezeki kita tambah lancar,” tukas Vira.

Ia mengatakan saat ini, wilayah Palestina menyisakan 15 persen dengan populasi penduduk sekitar 5 juta orang. Jika tidak ada dukungan dari umat Islam termasuk dari Indonesia, bisa jadi Palestina akan segera punah dan Al-Quds jatuh ke tangan zionis Israel. (*/fs)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *