oleh

Kapolda Jateng: 800 Ribu Orang Sudah Masuk Jawa Tengah Sebelum Mudik Dilarang

-Nasional-94 views

POSKOTA.CO – Kebijakan melarang mudik yang dikeluarkan pemerintah boleh jadi sedikit terlambat. Pasalnya, sebelum aturan itu diberlakukan, sudah ada ratusan ribu pemudik yang keluar dari Jabodetabek menuju Jawa Tengah. Seperti diungkapkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, sedikitnya 800 ribu orang sudah masuk ke Jateng sebelum Ramadan atau sebelum ada larangan mudik dari pemerintah.

“Sedangkan saat pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2020, sudah ada kurang lebih 100 ribu pemudik yang masuk dan dipaksa kembali keluar Jawa Tengah,” ucap Kapolda Irjen Pol Rycko, saat melakukan pantauan di Jalan Tol Pejagan, Brebes, Kamis (30/4/2020) sore

Menurut Irjen Pol Rycko, dalam Operasi Ketupat Candi 2020, pihaknya melakukan pemantauan di titik-titik pemantauan lalu lintas yang sekaligus digunakan sebagai titik-titik penyekatan arus mudik yang masuk ke Jawa Tengah. “Pemantauan ini dilaksanakan untuk kesiapan menyambut kegiatan bulan Ramadhan dan Lebaran tahun 2020,” imbuh Kapolda.

Ditambahkan Irjen Pol Rycko, Operasi Ketupat Candi 2020 kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya, pantauan dilakukan terhadap masuknya arus mudik dan pengamanan di pusat-pusat keramaian termasuk tempat ibadah.

Saat ini, seiring situasi pandemik virus corona, pemantauan dilakukan bukan melihat kelancaran arus mudik, tetapi melakukan penyekatan terhadap arus mudik. “Ini dilakukan karena pemerintah pusat ingin melakukan kegiatan yang sungguh-sungguh dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di seluruh wilayah Indonesia termasuk Jawa tengah,” lanjut Kapolda.

Sehingga upaya dalam rangka memutus penyebaran dan penularan virus corona, yang dilakukan kepolisian adalah mengurangi kegiatan pergerakan manusia. Termasuk juga harus menjaga jarak, untuk tetap tinggal dirumah dan menjaga kesehatan.

Irjen Pol Rycko mengatakan, berdasarkan hal tersebut maka pemerintah mengambil keputusan untuk melarang mudik lebaran 2020 dan diberlakukan mulai tanggal 24 April yang lalu. “Dari pemantauan kelancaran arus mudik menjadi proses penyekatan arus mudik. Di Jawa tengah terdapat 13 titik start, tiga di antaranya berada di wilayah Pantura dan sisanya di wilayah selatan dan timur, untuk menyekat arus dari timur dan arus dari barat,” jelas Irjen Pol Rycho.

Pada kegiatan ini, pihak kepolisian Polda Jateng dan jajaran terus melakukan penyekatan dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik. Meski demikian, pihaknya juga mengimbau kepada anggotanya untuk tetap mengedepankan sikap humanis. “Kita beri tahu supaya sebaiknya ikuti imbauan pemerintah tetap tinggal di tempat. Sayangi diri sendiri dan sayangi orang lain, mari kita disiplin dalam rangka memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus corona ini,” jelas Irjen Pol Rycho.

Selain di jalan Tol, pihaknya juga memantau di jalur arteri dan menghentikan kendaraan yang masuk di jalan arteri, di Kecipir Losari Kabupaten Brebes. Setiap kendaraan baik roda dua maupun roda empat, untuk menunjukan identitas. Kendaran dari luar Jateng juga diperintahkan untuk putar balik. “Kita juga menyediakan dapur umum untuk buka puasa. Setipa hari memasak 300 bungkus. Tedapat 11 titik dapur umum gabungan TNI-Polri dan sedikitnya 35 dapur umum yang stasioner di kantor,” pungkas Irjen Pol Rycho. (***)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *