oleh

Kadispenal: Di Tengah Pandemi Covid-19 Kameramen Tetap Berkarya

POSKOTA.CO -Tantangan yang saat ini sedang dihadapi oleh profesi kameramen dan editing adalah tetap berkarya di tengah pandemi Covid-19. Meskipun demikian, kebijakan physical distancing dan social distancing serta PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan tatanan New Normal yang dikeluarkan pemerintah tidak akan mengurangi semangat dalam menjalankan tugas sesuai dengan protokol kesehatan. Hal itu dikarenakan peran dan fungsi seorang kameramen maupun editing itu dalam menciptakan kreatifitas sangat dibutuhkan.

Hal tersebut sampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal, S.E., M.M., M.Soc.Sc., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Sekdispenal Kolonel Laut (E) Nevy Dwi Soesanto., S.T., CHRMP., saat membuka kegiatan Kursus Kameramen dan Editing TNI Angkatan Laut Tahun 2020, di Gedung B4 Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur.

Pelaksanaan kegiatan kursus di tengah kondisi pandemi saat ini merupakan bagian dari pembinaan personel, sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan perhatian dari pimpinan TNI Angkatan Laut, guna meningkatkan profesionalisme personel Angkatan Laut, khususnya di bidang videografi yang merupakan salah satu bagian dari lingkup kerja jajaran penerangan.

Saat ini, sebuah kegiatan dokumentasi mampu dilaksanakan secara virtual, salah satunya melalui video conference dan live streaming, maka dari itu hal tersebut akan meningkatkan skill dari fungsi dan peran seorang kameramen. Selain itu dalam menghadapi tantangan ini, maka para peserta kursus kameramen dan editing dapat fokus mengikuti pelatihan dalam mengonsepkan, mengambil dan menyunting video secara profesional demi menciptakan citra positif TNI Angkatan Laut di tengah masyarakat.

“Mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19 maka saya menekankan agar pelatihan ini dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan harapan ke depan, para peserta kursus dapat menjadi insan public relation yang dapat menghasilkan dokumentasi dalam bentuk video maupun filler agar di Satuan Kerja masing-masing”, tegas Sekdispenal.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 minggu ini diikuti 20 personel TNI Angkatan Laut baik Bintara, Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari seluruh satuan TNI AL di Indonesia.

Kursus ini melibatkan tenaga pengajar tidak hanya dari TNI Angkatan Laut melainkan juga tenaga pengajar profesional dari luar, yakni Syahdu Film. Adapun materi yang akan diberikan yakni Dasar-Dasar Kamera dan Video Teknik Pengambilan Gambar, Dasar Jurnalistik, Praktek Pengambilan Gambar, Dasar Editing, Sinematografi, Penyelarasan Gambar, Teori Pembuatan Filler, Etika Peliputan, Video Jurnalistik, Perawatan Alat, Praktik Editing, Audio Film, Pengenalan Dasar Drone, Narasi Video, Pengenalan Kamera Bawah Air, Penyelarasan Gambar, Audio dan Animasi serta Tugas Pengambilan Gambar dan Paparan Perorangan. (dispenal/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *