oleh

Kabareskrim Pimpin Gelar Perkara Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

-Nasional-64 views

POSKOTA.CO – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung gelar perkara kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Gelar perkara dilakukan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya berlangsung selama lima jam.

Kabar yang beredar menyebutkan, gelar perkara dilakukan pada Jumat (4/9/2020) dari pukul 13.00 WIB sampai 17.00 WIB. Hadir dalam gelar perkara itu, yakni Direktur Tindak Pidana Bareskrim Brigjen Ferdy Sambo, Kepala Puslabfor Polri Brigjen Ahmad Haydar.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit membenarkan terkait kabar adanya gelar perkara kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung itu. Namun dia menolak menjelaskan tentang hasil dari gelar perkara tersebut..

Kata Komjen Listyo, hasil gelar perkara yang dilakukan tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya nanti akan disampaikan secara resmi oleh Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. “Penjelasannya nanti disampaikan Kadiv Humas,” kata Komjen Listyo Sigit, Sabtu (5/9/2020).

Dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung, tim penyidik telah memeriksa 105 orang saksi. Para saksi itu, cleaning service, pamdal hingga pejabat kejaksaan.

Saksi dari office boy sebanyak 54 orang, cleaning service 20 orang, petugas keamanan dalam Kejaksaan Agung ada 10 orang, pejabat utama atau PNS Kejaksaan Agung ada lima orang, tujuh orang dari unsur swasta, tujuh orang kuli bangunan, dan dua orang teknisi.

Olah TKP dilakukan dua tahap serta mengumpulkan sejumlah temuan barang bukti di lokasi. Penyidik telah memeriksa rekaman cctv yang diambil dari TKP ada sekitar 8 buah cctv di Kantor Kejaksaan Agung dan 18 buah cctv di sekitar kantor Kejaksaan. Sehingga, total 24 buah cctv yang diambil.

Dari jumlah cctv yang diambil Tim Labfor diketahui sebanyak 8 buah cctv sudah terbakar. Sebanyak 21 sampel bekar kebakaran juga diambil tim penyidik Polri dari TKP.

Barang bukti dan lainnya berkaitan dengan kebakaran itu dilakukan analisa oleh Puslabfor Bareskrim untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran gedung tersebut. Dari hasil itu nantinya penyidik akan menentukan kebakaran Gedung Kejagung merupakan bencana atau ada unsur kesengajaan atau kelalaian. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *