JURI ARDIANTORO TERPILIH MENJADI KETUA KPU BARU – Poskota.co
Saturday, September 23

JURI ARDIANTORO TERPILIH MENJADI KETUA KPU BARU

POSKOTA.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memilih ketua baru untuk menggantikan almarhum Husni Kamil Manik. Juri Ardiantoro terpilih secara musyawarah.

“Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Juri Ardiantoro terpilih sebagai Ketua KPU RI definitif menggantikan almarhum Husni Kamil Manik,” demikian pengumuman di situs resmi kpu.go.id, Selasa (19/7).

Juri adalah ketua KPU DKI periode 2008-2013. “Juri terpilih secara musyawarah mufakat dalam rapat pleno tertutup yang digelar Senin (18/7) malam hingga Seasa (19/7) dinihari di Ruang Rapat Ketua KPU RI,” demikian lanjutan pengumuman tersebut.

Sebelumnya, setelah Husni meninggal dunia, KPU selama sepekan dipimpin oleh Plt Ketua KPU yang dijabat Hadar Nafis Gumay. Namun kini telah terpilih ketua baru. Selanjutnya, KPU akan memilih komisioner baru untuk melengkapi jumlah komisioner menjadi tujuh orang.

Seperti diketahui, Ketua KPU sebelumnya Husni Kamil Manik meninggal pada Kamis (7/7) di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, karena sakit. Ini membuat KPU memproses pengganti Husni sebagai komisioner serta ketua. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat iniĀ  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)