oleh

ITW Desak Kapolri Evaluasi Operasi Lantas

-Nasional-62 views

POSKOTA.CO – Indonesia Traffic Watch (ITW) meminta Kapolri mengevaluasi beberapa kegiatan operasi yang digelar rutin dan terjadwal oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, seperti Operasi Patuh yang hari ini digelar serentak, kemudian Operasi Zebra dan Simpatik.

Ketua Presidium ITW Edison Siahaan mengatakan, ketiga operasi tersebut sudah dilaksanakan bertahun-tahun, tetapi tidak memberikan dampak apa pun terhadap upaya mewujudkan kamseltibcarlantas.

“Justru membuat masyarakat takut dan bergetar saat mengetahui Polri akan menggelar operasi,” ucap Edison Siahaan, dalam siaran tertulisnya, Kamis (23/7/2020).

Menurut data empiris yang didapat ITW menunjukkan, operasi-operasi yang digelar Korlantas Polri tidak dapat meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat. Belum bisa diharapkan untuk membangun dan meningkatkan kualitas ketaatan masyarakat mematuhi rambu serta aturan lalu lintas.

“Seharusnya Polri melakukan evaluasi, apakah masih perlu menggelar operasi bahkan menjadwalkannya menjadi kegiatan rutin setiap tahun,” tandas Edison Siahaan.

“Apalagi masyarakat tidak mendapatkan alasan kuat dari Polri untuk tetap menggelar operasi. Apakah karena ada situasi yang mendesak, atau potensi ancaman yang luar biasa, semuanya hanya keinginan Polri untuk tetap menggelar Operasi Patuh dan Simpatik maupun Zebra,” sambungnya.

Padahal, ujar Edison, mewujudkan kamseltibcarlantas tidak harus dengan menggelar operasi. Kesadaran tertib berlalu lintas dan ketaatan masyarakat terhadap aturan akan terbangun dan meningkat, bila penegakan hukum dilakukan secara konsisten. Tentu oleh aparat yang profesional disertai dengan sosialisasi secara masif ke komunitas-komunitas hingga seluruh lapisan masyarakat.

“Sosialisasi dilakukan secara terus-menerus hingga menumbuhkan kasadaran masyarakat untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan yang wajib dilakukan,” imbuhnya.

Operasi Patuh Jaya 2020.

ITW mengingatkan, agar Polri tidak ngotot dan euforia untuk tetap menggelar operasi-operasi bahkan menjadwalkannya setiap tahun. Meskipun sudah mengetahui tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap upaya mewujudkan kamseltibcarlantas. Agar tidak memicu tanda tanya dan dugaan bahkan tudingan miring terhadap Polri.

ITW merespons pertanyaan dan dugaan bahkan tudingan publik bahwa operasi yang digelar Polri hanya untuk menggunakan dana anggaran yang sudah dialokasikan sebelumnya. Padahal, minim pengawasan sehingga potensi terjadinya dugaan penyelewengan seperti penggunaan ‘papan plang’ yang telah digunakan tahun sebelumnya.
“Fakta-fakta papan plang oplosan itu tidak terlalu sulit ditemukan di daerah-daerah. Publik juga menduga alasan operasi tetap digelar hanya untuk mendulang rupiah untuk memenuhi pundi-pundi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari uang denda tilang,” kata Edison.

Selain menjawab pertanyaan publik tersebut, lanjutnya, Polri juga hendaknya tetap memelihara agar kepercayaan masyarakat kepada Polri tidak tergerus, hanya karena tetap ngotot menggelar operasi yang sejatinya dapat dilakukan oleh aparat polantas saat menjalankan tugas rutin sehari-hari.

ITW menyarankan, Polri khususnya Korlantas memprioritaskan kegiatan-kegiataan yang dapat membangun kesadaran masyarakat untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan yang wajib dilakukan, serta memastikan seluruh aparat polantas di lapangan secara konsisten melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Tidak lupa juga membangun koordinasi yang bersinergi dengan instansi lainnya. Agar setiap kebijakan tidak menimbulkan perbedaan sikap dan tindakan di lapangan,” pungkas Ketua Presidium ITW Edison Siahaan. (*/rel)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *