INDUSTRI ROTAN DI CIREBON KINI KEMBALI MENGGELIAT – Poskota.co

INDUSTRI ROTAN DI CIREBON KINI KEMBALI MENGGELIAT

POSKOTA.CO – Lama tak terdengar kabar perkembangannya, kini industri rotan di Kabupaten Cirebon mulai mengeliat kembali. Kabar ini sangat menggembirakan bagi warga Cirebon, setelah sempat lama terpuruk akibat kebijakan ekspor bahan mentah.

Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon Deni Agustin mengatakan, ekspor rotan berdasarkan data yang diperoleh pihaknya mencapai angka 800 sampai dengan 1.000 kontainer per bulannya.

“Pada tahun 2016 silam, nilai ekspor produk rotan dari Kabupaten Cirebon saja sudah mencapai 200 juta dolar AS, dan nilai ini terus merangkak naik setiap tahunnya, dan saya belum merasa puas dengan nilai ini,” ujar Deni, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (22/3).

Kenaikan nilai ekspor produk rotan ini, menurut Deni, adanya beberapa upaya dari pelaku industri rotan seperti pengembangan desain, juga promosi yang dilakukan oleh pihak pelaku industri yang dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon, seperti pameran yang dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri. Hasil dari pameran ini kelihatannya sudah mulai nampak dari terus meningkatkan penjualan produk rotan.

“Untuk penjualan dalam negeri memang masih sangat rendah, ini disebabkan para pelaku industri rotan masih melirik pasar luar negeri saja, sedangkan pasar dalam negeri yang mempunyai peluang yang sama besarnya belum dilirik,” katanya.

Upaya untuk meningkatkan penjualan di pasar dalam negeri, dikatakan Deni, pihaknya terus melakukan beberapa terobosan, salah satunya adalah melibatkan pelaku industri rotan untuk mengikuti pameran yang dilakukan di beberapa daerah termasuk di Jakarta.

“Kami dari pemerintah daerah juga mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemerintah Desa Tegalwangi dan pengurus Yayasan Galmantro untuk mengadakan festival rotan, kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pasar dalam negeri,” katanya. (*/din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.