WAHIDIYAH BERI KONTRIBUSI POSITIF UNTUK MASYARAKAT – Poskota.co

WAHIDIYAH BERI KONTRIBUSI POSITIF UNTUK MASYARAKAT

 


Serasa Rosulullah SAW hadir di hadapannya. Hal ini tampak dari ekspresi jamaah Wahidiyah yang begitu khusyuk membaca shalawat kepada Nabi akhir zaman. Tatkala kalimat Yaa Sayyidii Yaa Rasulallah dibaca berulang-ulang, merekapun menitikkan air mata.

 

POSKOTA.CO – Demikian sekilas ilustrasi prosesi Mujahadah Nisfussanah yang diselenggarakan Yayasan Perjuangan Wahidiyah (YPW) Provinsi DKI Jakarta, berlangsung di Arcici Sport Centre, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2016) malam lalu.

Kegiatan bertajuk Memperingati Hari Pahlawan dan Munajat Bersama untuk Persatuan Bangsa itu, dihadiri lebih dari lima ribu peserta beragam usia dari seluruh wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Seorang peserta tampak khusuk
Seorang peserta tampak khusuk

Kapolsek Cempaka Putih Kompol Iwan Gunadi SH, yang ikut mengamankan berlangsungnya Mujahadah Nisfussanah sangat apresied atas pelaksanaan acara tersebut. Menurutnya, secara keseluruhan kegiatan (Mujahadah Nisfussanah) berjalan lancar, aman, tertib, kondusif dan penuh khidmat.

Diakui Kapolsek Cempaka Putih, kegiatan yang diselenggarakan YPW DKI Jakarta itu merupakan kontribusi yang sangat positif bagi masyarakat dalam ikut serta menjaga persatuan dan kedamaian.

”Kegiatannya tidak tercampur unsur politik dan materi tausiyahnya sangat mengena, terutama dalam situasi seperti sekarang ini, yakni mengajak (umat) sadar kepada Allah SWT dengan menjalankan syareat-Nya secara baik dan benar,” unkapnya ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (21/11) siang.

Dia menambahkan, Islam adalah rahmatan lil alamin. Karena itu, sambung Iwan, kita (muslim) punya tanggung jawab untuk menciptakan kedamaian. Hal senada juga diungkap Kabid Penerangan Agama Islam (Penais) Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta Drs H Sofii MA.

Dalam sambutannya pada Mujahadah Nisfussanah Sofii menyebutkan, di era globalisasi saat ini, ahlak dan moral mulai jauh dari norma agama. Ikatan Ketuhanan sudah mulai jauh, mulai jauh dari Allah dan mulai jauh dari Rosululloh SAW.

Maka, lanjutnya, yang sangat perlu kita tanamkan dalam hati kita saat ini ialah mengamalkan agama secara baik dan benar.
“Untuk mengamalkan agama yang baik dan benar tentunya perlu dituntun oleh seorang guru, ustadz atau musyid kamil (guru yang sempurna). Dengan tuntunan mursyid kamil itulah maka manusia akan mempunyai ahlak yang mulia dan dapat beribadah dengan benar,” terang Sofii dalam sambutannya, Sabtu (19/11) malam.

Karena itu, lanjutnya, kami (Kanwil Kemenag DKI Jakarta) sangat mendukung serta memberi penghargaan setinggi-tingginya atas pelaksanaan Mujahadah Nisfussanah yang diselenggarakan malam ini.

“Dengan Mujahadah Nisfussanah ini, kita akan memperoleh kesempurnaan ampunan, kesempurnaan nikmat dan kesempurnaan makrifat (sadar) kepada Allah dan kesempurnaan cinta kepada Allah SWT. Dan yang paling inti dari Mujahadah Nisfussanah ini ialah untuk menjernihkan hati dan makrifat billah (sadar atas Keesaan Allah) wa Rosulihi SAW,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kehadiran Sholawat Wahidiyah saat ini sangat tepat untuk menjawab tantangan zaman yang sudah global seperti saat ini. Menurut Kabid Penais itu, hati yang jernih atau kebersihan jiwa bisa muncul pada diri manusia apabila manusia itu mau bermujahadah. Dan untuk makrifat kita juga harus dengan mujahadah.

Oleh karena itu, sambung Sofii, pelaksanaan Mujahadah Nisfussanah ini sangat tepat untuk menjadi sarana menjernihkan hati dan makrifat billah wa Rosulihi SAW. ”Kalau masyarakat sudah sadar, kalau masyarakat sudah makrifat billah, insya Alloh negara kita menjadi negara yang kita sebut negara yang baldatun toyyibatun wa Robbun ghofur (negeri yang penuh kebaikan dan ampunan Allah).” harap Sofii, optimistis.

Sesuai Situasi
Ketua Yayasan Perjuangan Wahidiyah (YPW) DKI Jakarta, Hj Ambar Koestimah SH, MCL, mengakui dalam pelaksanaan Mujahadah Nisfussanah DKI Jakarta 2016 ini, pihaknya sengaja tidak mengundang satupun kandidat pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Hal tersebut sesuai situasi yang terjadi di Ibukota akhir-akhir ini. Menurut Hj Ambar, beberapa pekan terakhir ini eskalasi politik jelang Pilkada DKI Jakarta, terasa meningkat.

“Oleh karena itu, untuk ikut menciptakan situasi Jakarta agar tetap damai dan kondusif, Jamaah Wahidiyah mengadakan Mujahadah Nisfussanah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan Munajat Bersama untuk Persatuan Bangsa,” ungkapnya, di Arcici Sport Center, Sabtu (19/11) lalu.

Kapolsek Cempaka Putih
Kapolsek Cempaka Putih

Maka, lanjut Ketua YPW DKI Jakarta, panitia sengaja tidak mengundang satupun kandidat pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Hal tersebut dilakukan YPW guna menghindari gesekan antarpendukung cagub dan cawagub DKI Jakarta.

“Kalau (Kandidat cagub dan cawagub) kami undang atau kami beri ruang, tentunya para kandidat itu akan hadir beserta tim sukses atau dengan para pendukungnya. Dan hal itu sangat berpotensi terjadinya bentrokan massa,” jelasnya.

Menurut informasi yang dihimpun Poskota.co, Mujahadah adalah bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsu untuk diarahkan kepada fafirruu ilalloh (lari kembali kepada Allah) wa Rosulillahi SAW melalui amalan Sholawat Wahidiyah.

Sedangkan faedah amalan doa Sholawat Wahidiyah ialah dapat digunakan untuk beragam kebutuhan (hajat), terutama untuk menjernihkan hati dan makrifat billah. Adapun materi doa Sholawat Wahiyah yang paling sederhana dan mudah untuk diamalkan (baca) ialah kalimat: Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh (Duhai Pemimpin Kami Duhai Utusan Allah). al

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)