SAYANG ANAK JANGAN BIARKAN KENDARAI MOTOR – Poskota.co
Saturday, September 23

SAYANG ANAK JANGAN BIARKAN KENDARAI MOTOR

20himbauPOSKOTA.CO – Peringatan untuk para orang tua yang memiliki motor. Jangan biarkan anak-anak kita menjadi korban sia-sia. Mari sayangi anak-anak kita dengan menaati aturan.

Berikut beberapa alasan kenapa anak dibawah umur 17 tahun dilarang mengendarai sepeda motor atau mobil :

1. Remaja masih labil secara emosi.
2. Pengemudi remaja cenderung menganggap enteng ( underestimate) bahaya.
3. Pengemudi remaja cenderung tidak dapat mengidentifikasi situasi yang membahayakan.
4. Pengemudi remaja cenderung untuk ngebut dan tidak menjaga jarak antar kendaraan.
5. Pengemudi remaja lebih mudah marah terhadap pengemudi lain (pengemudi yang marah , lebih cenderung untuk ngebut).

Jadi apakah anda termasuk orang tua yg bangga terhadap anaknya yg bisa mengemudi motor/mobil di jalanan? Mari kita jaga dan awasi anak-anak kita karena keselamatan berlalu-lintas dimulai dari keluarga.

“Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Dan Budayakan Keselamatan Sebagai Kebutuhan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)