SANDIAGA UNO JADI PENANTANG AHOK DI PILGUB DKI – Poskota.co

SANDIAGA UNO JADI PENANTANG AHOK DI PILGUB DKI

POSKOTA.CO – Sandiaga Uno sebagai figur yang diusung Partai Gerindra kini menjadi kandidat penantang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta.

Sandiaga ditunjuk langsung oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk maju dalam pilgub 2017 pada Rapat Koordinasi Nasional Gerindra di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (29/7) sore. Pengumuman terpilihnya Sandiaga Uno disambut riuh oleh kader-kader Gerindra yang hadir pada acara tersebut.

Wakil Ketua Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, penugasan terhadap Sandiaga ini membuka peluang koalisi dengan calon yang juga didukung partai politik lainnya. Syaratnya satu, parpol tersebut tidak mendukung Ahok.

“Terbuka peluang koalisi untuk Sandiaga Uno dengan calon mana pun yang diusung partai-partai politik yang tidak mendukung Ahok dan mempunyai visi dan sama, baik untuk menjadi cagub maupun cawagub,” sebut Dasco dalam keterangannya, Sabtu (30/7).

“Prabowo sebagai ketum sekaligus ketua dewan pembina Gerindra menegaskan agar kader partai terlibat aktif dalam pemenangan Sandiaga,” kata Dasco menambahkan.

“Ketua dewan pembina telah menugaskan kader kami saudara Sandiaga Uno untuk berada di garis depan melawan Ahok dalam Pilgub DKI, serta menginstruksikan segenap komponen partai untuk menaati serta mendukung pemenangan dalam Pilgub DKI,” jelas Dasco.

Tawarkan ke Partai Lain
Sebelumnya Waketum Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa mengatakan, partainya akan mencoba menawarkan Sandiaga ke partai-partai lain agar mendapat mitra koalisi untuk memenuhi syarat minimal jumlah kursi DPRD DKI guna mencalonkan di Pilgub DKI 2017. Syarat minimal pengusungan bakal cagub adalah 22 kursi, sementara Gerindra hanya punya 15 kursi di DPRD DKI.

“Kalau tidak ada yang mau bergandengan dengan Sandiaga Uno, karena kursi kami kurang di DPRD DKI, kami mengikhlaskan untuk tidak mencalonkan Sandiaga Uno bila tidak ada wakil dari partai lain yang mendukung. Kami akan mendukung siapa pun, asal bukan Ahok,” kata Desmond.

Adapun partai yang paling dekat dengan Gerindra yaitu, PKS diyakini Sandiaga akan berkoalisi. Jika ditambah 11 kursi dari PKS, Sandiaga paling tidak sudah didukung 26 kursi.

Kekuatan yang sedikit lebih besar dari partai pendukung petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yaitu Golkar, Nasdem dan Gerindra, dengan total 24 kursi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)