SAMBUT TAHUN BARU ISLAM, SEKECAMATAN SEREMPAK PAWAI OBOR – Poskota.co
Saturday, September 23

SAMBUT TAHUN BARU ISLAM, SEKECAMATAN SEREMPAK PAWAI OBOR

POSKOTA.CO – Dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1438 Hijriah, warga se Kecamatan Tambora marak mengadakan pawai obor. Kegiatan pawai obor ini sudah menjadi tradisi dilakukan setiap tahunnya.

Tanpa ada yang memotori, warga serempak melaksanakan pawai obor pada Sabtu (1/10) malam dengan mengelilingi wilayah Tambora.

Pawai obor sambut tahun baru Islam di Tambora, Jakarta Barat.
Pawai obor sambut tahun baru Islam di Tambora, Jakbar.

Menurut salah seorang warga yang juga pimpinan Majelis Al Munir, David mengatakan, setiap tahun kami mengadakan pawai obor untuk menyambut tahun baru Islam, dan sudah tradisi.

“Ini untuk mengingatkan kaum muslim yang sadar akan persatuan umat Islam yang ada di Jakarta, dan jangan terpecah-belah, karena kita sudah dijajah tanpa disadari,” imbuh David.

“Dan pawai obor di wilayah Tambora sudah mendarah daging, dan harus dilaksanakan setiap tahunnya,” sambung David.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Aiptu Bahrudin mengatakan, anggotanya akan melaksanakan pengamanan terhadap kegiatan pawai obor yang digelar Masjid Al-Fitroh Tambora Jakarta Barat, dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1438 H, Sabtu (1/10).

Pengamanan pawai obor tersebut melibatkan Bimas bersama Babinsa Serka N Sinaga Kelurahan Tambora bersama jajarannya sebanyak 600 orang.

Pawai obor ini mengambil rute dari Masjid Al-Fitroh Jl Betet, melalui Jl KH Mas Mansyur, Jl Perniagan, Jl Blandongan, dan  kembal ke Masjid Al-Fitroh.

Kegiatan pengamanan ini menjadi rutinitas Polsek Tambora dalam setiap pergantian tahunnya yang serentak setiap kelurahan mengadakan pawai obor mengelilingi wilayah Tambora. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.