POLSEK BEKASI UTARA RINGKUS PENGECER JUDI TOGEL – Poskota.co

POLSEK BEKASI UTARA RINGKUS PENGECER JUDI TOGEL

28TOGELPOSKOTA.CO – Kepolisian Sektor Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, menangkap seorang pengecer judi togel berinisial JB (53) di Kelurahan Telukpucung, Bekasi Utara, Senin.

“Penangkapan JB berawal dari informasi masyarakat yang resah karena lokasi kerap dijadikan aktivitas judi togel oleh pelaku,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota Iptu Puji Astuti di Bekasi.

Menurut dia, pelaku ditangkap polisi tanpa perlawanan di Perumahan Wisma Asri 1, tepat di depan SMA 17 Mutiara, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.

“Tim Buser Polsek Bekasi Utara lalu melakukan penyelidikan hingga akhirnya JB dapat ditangkap dan diamankan ke Mapolsek Bekasi Utara,” katanya.

Puji mengatakan bahwa polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti kejahatan dari lokasi penangkapan, seperti satu unit telepon seluler, kupon kertas rekapan, dan uang tunai senilai Rp520 ribu.

Jaringan judi togel tersebut, kata dia, dioperasionalkan pelaku melalui jaringan ponsel melalui pemesanan nomor.

Pejudi yang telah memesan nomor akan memperoleh kupon kertas sebagai tanda legalitas permainan.

Kasus tersebut, kata Puji, selama ini telah membuat masyarakat sekitar resah karena membahayakan rumah tangga dan lingkungan sekitar.

“Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 303 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.