PEMBANTU DITEMUKAN TEWAS DI APARTEMEN – Poskota.co

PEMBANTU DITEMUKAN TEWAS DI APARTEMEN

Tempat penemuan mayat
Tempat penemuan mayat

POSKOTA.CO – Wanita yang ditemukan tewas di depan wastafel dalam kamar mandi lantai 23 A LV 6 Apartemen Belezza Permata Hijau, Jalan Letjen Soepeno, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan adalah korban pembunuhan, namun tidak disertai mutilasi

“Iya dugaan dibunuh, tapi dipastikan tidak ada tanda-tanda mutilasi saat kita lakukan pengecekan,” ujar AKBP Eko Hadi, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (30/6/2016).

AKBP Eko merinci beberapa ciri-ciri yang ditemukan di tubuh korban saat proses identifikasi ‎yang diduga kuat korban adalah seorang pembantu rumah tangga (PRT).

“Itu inisialnya JN, usia berkisar 17 sampai 40 tahun, tidak hamil, tapi ada luka memar pada leher korban,” ungkapnya. Sebelumnya diketahui sesosok mayat wanita tanpa identitas pada Rabu 29 Juni 2016, sekira pukul 11.30 WIB‎, ditemukan dalam keadaan membusuk dan hancur karena diduga tewas sudah lebih dari seminggu.

Muncul dugaaan bahwa wanita tersebut adalah korban mutilasi karena ketika pertama kali ditemukan dalam keadaan hancur serta terlihat tulang belulangnya. Tapi, dugaan mutilasi tersebut dibantah oleh polisi yang telah melakukan‎ proses identifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.