KLINIK ABORSI CIKINI DIGREBEG POLISI – Poskota.co
Saturday, September 23

KLINIK ABORSI CIKINI DIGREBEG POLISI

24aborsiPOSKOTA.CO – Dua klinik abrosi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2016) digrebeg polisi. Tujuh orang diamankan dari Jalan Cimandiri No.7, RT 6/4, Kelurahan Kenari dan di Jalan Cisadane No.19, RT 4/2, Kelurahan Cikini.

Sementara Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivit mengatakan kedua klinik itu dimiliki oleh dokter. “Untuk klinik aborsi di Jalan Cisadane sudah kami tangkap pemiliknya, semalam.

Untuk klinik yang di jalan Cimandiri masih kami buru pemiliknya,” kata AKBP Adi. Ditambahkan AKBP Adi, kedua klinik ini beroperasi sejak sekitar 5 tahun lalu. Setiap hari rata-rata menerima pasien aborsi sampai 5 orang.

Harga untuk aborsi janin berusia dibawah 3 bulan adalah Rp 3 juta. Sedangkan janin diatas 3 bulan bisa dihargai Rp 6 juta untuk mengaborsinya.

Dari sisi perijinan kedua klinik ini diketahui menyalahi aturan. Sebab ada yang ijinnya telah habis, kedua dalam prakteknya dokter yang berpraktek adalah dokter umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)