KESENTIL GENG GOLF WALIKOTA JAKUT MUNDUR – Poskota.co
Saturday, September 23

KESENTIL GENG GOLF WALIKOTA JAKUT MUNDUR

Rustam walikota Jakut
Rustam walikota Jakut

POSKOTA.CO – Kesentil geng yang suka golf, Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi memilih mundur dari jabatannya. Surat pengunduran sudah diajukan ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah). “Kami sudah terima tembusannya,” ungkap Ketua Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Agus Suradika, Senin (25/4/2016).

Pengunduran Rustam, sebagai buntut perselisihannya dengan Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok), pemicunya banjir di wilayahnya baru-baru ini. “Tinggal persetujuan pak gubernur, perlu diproses dulu,” tandas Agus.

Dalam surat tersebut Rustam memang tak menyebut alasan pengunduran dirinya apakah keputusannya adalah dampak dari ‘kisruh’ dengan Ahok. Namun menurut Agus, pengunduran diri Rustam hanya dari jabatannya saat ini dan bukan dari PNS.

Rustam memang sudah lama dikenal sebagai pejabat “kuping tipis” apalagi Ahok melontarkan kata kalau Rustam adalah orangnya Yusril Ihza Mahendra. Sejak diungkap itu, Rustam sakit hati dan mengungkapkannya melalui tulisan di akun Facebook. Merespon curhatan Rustam, Ahok mengaku hanya bercanda. Tapi Ahok kemudian melempar bara panas lagi.

Ahok mengatakan Rustam punya hobi bermain golf dan masuk dalam geng golf yang ada di lingkungan Pemprov DKI dulu. Geng golf itu disebut Ahok adalah cara pejabat untuk naik pangkat di era kepemimpinan sebelumnya. Tak tahan akan kata geng golf itulah dimungkinkan Rustam memilih mundur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.