KEBAKARAN GEDUNG DI KELAPA GADING RENGGUT DUA JIWA DAN 12 KORBAN LUKA – Poskota.co

KEBAKARAN GEDUNG DI KELAPA GADING RENGGUT DUA JIWA DAN 12 KORBAN LUKA

POSKOTA.CO – Dua orang meninggal dunia dan 12 korban luka lainnya dalam kebakaran yang melanda bangunan Swiss-Belhotel di kawasan bisnis Jalan Boulevard Raya, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (7/8) sore. 12 korban luka masih dirawat Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading.

“Meninggal dua orang dan 12 orang luka ringan,” kata Kasubag Humas Polres Jakarta Utara Kompol Sungkono, Minggu (7/8) malam.

Dua orang pekerja tewas dalam peristiwa kebakaran di proyek apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Keduanya tewas saat mencoba menyelamatkan diri dengan cara berbahaya, yakni berpegangan pada tali baja alias tali sling.

“Mereka bergelayutan turun dari ketinggian gedung. Namun pegangan tangan diduga melemah akibat tali baja memanas, lalu terjatuh dan meninggal dunia,” jelas Kompol Sungkono.

Sungkono menambahkan, para korban luka yang sebagian besar pekerja bangunan di gedung itu telah dibawa ke RS Mitra Keluarga. Beberapa di antaranya cedera dalam proses evakuasi karena nekat menuruni bangunan dengan menggunakan kabel sling.

Kebakaran terjadi di lantai 23 di proyek hotel Swiss-Belhotel, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekitar pukul 16.30 WIB. Api yang merambat dengan cepat membuat sejumlah pekerja yang saat itu sedang mengerjakan proyek terjebak dalam kebakaran. Penyebab kebakaran tersebut bersumber dari panel listrik.

Hotel itu adalah bagian dari Gedung Kirana Commercial Avenue yang sedang dalam tahap pembangunan dan belum sepenuhnya beroperasi.

Berikut daftar nama dua korban meninggal dunia:
1. Abdul Majid warga Tasikmalaya, Jawa Barat.
2. Waryadi warga Batang, Jawa Tengah.

12 korban luka dirawat di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading:
1. Iip warga Tasikmalaya, Jawa Barat.
2. Siswanto.
5. Riki Payodi (18) warga Pulo Nangka, Jakarta Timur.
6. Arap (25) warga Banyumas.
7. Hakim (21) warga Batang, Jawa Tengah.
8. Setia Rohmadi (26) warga Wonogiri, Jawa Tengah.
9. Olih (31) Ciamis, Jawa Barat.
10. Aep (26) Ciamis, Jawa Barat
11. Muhamad Paricin (49) Cilacap, Jawa Tengah.
12. Dede Tedi Supriatna (25).
13. Masrin (34).
14. Rizal (26) Ciamis, Jawa Barat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)