KAUNIT PKB MENJAMIN PEMBAYAR PAJAK MOBIL TAK DIPERSULIT – Poskota.co

KAUNIT PKB MENJAMIN PEMBAYAR PAJAK MOBIL TAK DIPERSULIT

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Kaunit PKB/BBNKB Polda Metro Jaya Alberto Ali, menepis tudingan pihaknya memperlambat apalagi mempersulit pemilik kendaraan bermotor No Pol B 1 NNI jenis Ferari. “Silakan tak ada masalah, kalau perlu hari ini saya tunggu di loket mumpung sepi,” ujarnya ketika dikonfirmasi lewat SMS, Sabtu(4/6).

Alberto pun juga menepis ada tudingan anak buahnya yang mempersulit pembayar pajak kendaraan bermotor. “Saya jamin anak buah saya tak ada yang persulit,” tandasnya.

Namun keterangan yang didapat dari Firman (Senen 5/6)  dari pihak pemilik kendaraan mewah tersebut, petugas menolak karena asal usul si pemilik yang tertera di KTP. “Kan aneh alasannya,” ungkapnya.

sebelumnya diungkapkan,Firman, “Saya itu mau bayar pajak Pak kok dipersulit, sebagai warga negara yang taat akan hukum saya sadar akan itu, kenapa petugas di PKB (pajak kendaraan bermotor) wilayah Jaksel mencari dalih kesalahan. Terus dimana tunjukkan letak kesalahannya saya,” ungkapnya.

Dengan menunjukkan bukti copy administrasi lengkap petugas PKB BBNKB Polda Metro Jaya mengatakan kalau kendaraan yang diurusnya B 1 NNI diragukan alamat yang tertulis di KTP. “Pak KTP saya ini yang ngeluarin negara, saya ajak membuktikan kebenaran ke kelurahan petugas PKB bilang gak ada waktu, ini kan dalih persulit pembayar pajak,” tandas Firman.

Padahal Perda No.2/2015 menyebutkan tarif pajak kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat(1) didasarkan atas nama dan atau alamat yang sama. “Dimana letak kesalahan saya,jelaskan sehingga saya bisa memperbaiki, ” tandas warga Srengseng Jakbar tersebut.

Sementara itu pihak Dispenda Pemda DKI, Agus yang dikonfirmasi lewat SMS soal keluhan pembayar pajak belum direspon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.