KAPOLRI: ISU TERORISME PRIORITAS KEAMANAN – Poskota.co

KAPOLRI: ISU TERORISME PRIORITAS KEAMANAN

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan bahwa masalah terorisme masih menjadi perhatian utama dalam mewujudkan stabilitas keamanan di Tanah Air.

“Salah satu tantangan yang masih menjadi prioritas dalam stabilitas keamanan adalah penyebaran paham radikal dan sel-sel terorisme,” kata Jenderal Badrodin, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Pesan itu disampaikannya kepada lima Kapolda yang baru dilantik hari ini.

Selain itu, konflik sosial dan agama juga harus menjadi perhatian para Kapolda dalam menjalankan tugasnya.

“Bentuk intoleransi dan gesekan sekecil apapun di masyarakat harus diantisipasi Polri untuk mencegah konflik yang lebih besar,” katanya.

Kapolri juga mengingatkan para Kapolda agar tidak segan-segan turun ke lapangan guna memahami permasalahan di masyarakat secara langsung sehingga mampu membuat kebijakan dengan tepat.

“Pemimpin tidak hanya dibalik meja, harus turun ke lapangan untuk bisa buat kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Kelima kapolda yang dilantik oleh Kapolri:

o. Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat sebagai Kapolda DIY menggantikan Brigjen Pol Erwin Triwanto yang ditunjuk sebagai Kapolda Kalsel.
o. Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan menggantikan Irjen Pol Pudji Hartanto
o. Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri menggantikan posisi Brigjen Pol Boy Rafli Amar yang ditunjuk sebagai Kadivhumas Polri
o. Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menggantikan Irjen Pol Noer Ali yang dilantik sebagai Kabaintelkam Polri.
o. Brigjen Pol Agung Budi Maryoto yang dilantik sebagai Kakorlantas Polri menggantikan posisi Irjen Pol Condro Kirono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.