INDONESIA AKAN MUNDUR KALAU PERSOALKAN SARA – Poskota.co

INDONESIA AKAN MUNDUR KALAU PERSOALKAN SARA

POSKOTA.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia berpotensi mundur jauh ke belakang jika masih saja menghabiskan energi untuk mempertentangkan persoalan terkait suku, agama, ras, dan golongan atau sara.

“Sebagai bangsa besar kita akan mundur jauh ke belakang kalau energi bangsa ini dihabiskan untuk pertentangan, pertentangan suku, pertentangan agama, pertentangan golongan. Akan mundur ke belakang kita,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan pada Pasukan Brimob di lapangan Markas Korps Brimob, Depok, Jawa Barat, Jumat.

Presiden menambahkan, Indonesia ingin menjadi contoh di dunia dalam hal pengelolaan keberagaman. Beberapa negara di dunia, kata dia, sudah menjadikan Indonesia sebagai contoh tersebut. “Kita ingin Indonesia menjadi contoh di dunia dalam mengelola keberagaman dan beberapa negara sudah menjadikan kita sebagai contoh itu dimana kemajemukan justru menjadikan kita untuk maju,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia berpesan secara khusus kepada anggota Korps Brimob Kepolisian RI untuk menjadi pelopor dan penjagaan kebhinekaan di Tanah Air.

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pengarahan tersebut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin, dan Komandan Korps Brigade Mobil Inspektur Jenderal Pol. Murad Ismail.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.