GARDI : PANSEL KOMPOLNAS TRANSPARAN – Poskota.co

GARDI : PANSEL KOMPOLNAS TRANSPARAN

Gardi, calon anggota Kompolnas
Gardi, calon anggota Kompolnas

POSKOTA.CO – Komisi Kepolisian Nasional (Pansel Kompolnas) menginginkan Komisioner Kompolnas kedepan harus mempunyai ide-ide cemerlang untuk pengembangan tugas Polri.

Panitia Seleksi Kompolnas Kamis (10/3) menguji 80 orang, peserta diminta membuat esai dengan tulisan tangan tentang Polri yang profesional, modern, dan peduli terhadap rakyat.

Ketua Pansel Kompolnas Komjen (Purn) Imam Sudjarwo di sela-sela seleksi tahap II Calon Anggota Kompolnas mengungkapkan, “Tema esai adalah ‘Peran Strategis Kompolnas dalam Mengawal Polri yang Profesional, Mandiri dan Modern’

Dalam seleksi tahap II calon anggota Kompolnas ini, diikuti 80 peserta yang telah lulus seleksi administrasi. Hadir dalam tes tertulis anggota pansel di antaranya Komjen Dwi Priyatno, Irjen (purn) Syahrur Mamma, Ansyaad Mbai, Yenti Ginarsih, Sarlito Wirawan, dan Neta S Pane.

“Peserta diberi waktu tiga jam untuk menyelesaikan esai menggunakan kertas ukuran folio sebanyak 10 lembar,”. Kata Imam Sudjarwo.

Imam menambahkan bahwa tes tertulis baru diadakan pada proses rekrutmen sekarang. Pada era sebelumnya, peserta hanya diwajibkan mengumpulkan makalah.

Salah satu peserta tes, Gardi Gazarin menyambut baik tes tertulis yang mewajibkan peserta menulis esai mengunakan tulisan tangan. Hal ini menunjukkan bahwa pansel fair dan transparan.

“Menulis langsung tanpa dibantu komputer, laptop atau literatur, merupakan terobosan baru bagi rekrutmen anggota Kompolnas . Nantinya Kompolnas akan lebih independen, paham tentang tugas-tugasnya, dan ikut mewujudkan Grand Strategi Polri,” kata Gardi yang juga Ketua Forum Wartawan Polri ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.