BPN JAKBAR DIDESAK MEDIASI LAHAN SENGKETA – Poskota.co

BPN JAKBAR DIDESAK MEDIASI LAHAN SENGKETA

12sedayu1POSKOTA.CO – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Barat, didesak untuk melakukan mediasi sengketa tanah antara pelapor dan pihak Agung Sedayu Group (ASG), meski pernah gagal melakukan pengukuran tanah sengketa didalam Perumahan Golf Lake Residence (GLR).

Supardi Kendi Budiardjo dan istrinya Nurlela pemilik tanah seluas hampir 10.259 m2 (sekitar 1 hektar lebih), yang di ‘caplok’ GLR dibawah kekuasaan ASG, mengungkapkan, hingga kini pihak BPN belum melakukan langkah penyelesaiaan sengketa tanah yng terjdi sejak tahun 2010 lalu itu.

Kuasa hukum Supardi Kendi Budiardjo dan istrinya Nurlela, Popo Dalimunthe dari kantor hukum Nizammudin & Junaidi Matondang, menyatakan, pihaknya saat ini tengh mempersiapkan surat untuk dilayangkan ke BPN Jakarta Barat, BPN Provinsi DKI Jakarta dan PBN Pusat.

“Kami akan layangkan surat dalam waktu dekat ini kepada instansi BPN Jakbar, Provinsi hingga BPN Pusat guna meminta pihak BPN dapat memediasi sengekta lahan tersebut antara klien kami dengan ASG,” kata Popo sat dionfirmasi, di Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Menurut Popo, BPN perlu dan sangat memiliki kepentingan untuk memediasi ini agar persoalan sejak tahun 2010 ini tidak semakin berlarut-larut.

“Kami berharap BPN secepatnya memanggil ASG dan menyelesaikan tanah milik klien kami. Karena tanah milik Supardi Kendi Budiardjo dan Nurlela yang memiliki keabsahan surat mulai dari Kelurahan Cengkareng Timur dan Kecamatan Cengkareng, terletak di Jalan Lingkar Luar (Ring Road), kini dikuasai secara paksa oleh operator perumahan ala premanisme, sejak tahun 2010,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.